by

Warga Korban Gempa di Negeri Tengah-Tengah Terima cash for low

Sedikitnya 334 Kepala Keluarga (KK) warga Negeri Tengah-Tengah, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), yang menjadi korban terdampak gempa magnitudo 6,5 pada 26 September 2019 lalu, menerima bantuan cash for low.

Bantuan yang diberikan sebesar Rp 250 ribu per KK, melalui rekening BNI. Bantuan itu diperuntukkan bagi korban terdampak sebagai dana awal pembersihan rumah.

Pantau Berita Kota Ambon, Sabtu(30/5), penyerahan bantuan yang dikoordinasi BPBD Kabupaten Malang dan BNI itu tetap mengacu pada protap Covid-19, di Ashari Louruhu Negeri Tengah-Tengah.

Ketua koordinator Tengah-Tengah dan Tial BPBD Malteng, Umar Sopalattu, menjelaskan, penyerahan bantuan itu akan berlangsung selama tiga hari.

“Jadi ini baru proses. Karena sebenarnya sebelum Ramadhan sudah harus disalurkan. Tapi berhubung Covid-19, jadi terhalang. Kita rencana pertengahan puasa juga mau jalan, tapi juga ada pertimbangan. Sehingga baru jalan sekarang,” jelasnya.

Sesuai data, terdapat 334 KK penerima bantuan gempa dengan kategori, rusak ringan, sedang dan berat.

Sebagai langkah awal, kata Umar, bantuan itu yang diberikan itu adalah biaya pembersihan rumah sebesar Rp 250 ribu.

Khusus bagi KK yang rumahnya rusak, tambahnya, selain mendapan bantuan chas for low, juga akan menerima bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp 500 ribu selama enam bulan.

Sementara untuk rincian bantuan rehab rumah akan diberikan sesuai kategori kerusakan. Kategori rusak ringan sebesar Rp 10 juta, sedang Rp 25 juta dan rusak berat sebesar Rp 50 juta.

“Nanti setelah dana stimulan pembersihan rumah selesai diterima, selanjutnya akan diproses dana bantuan rumah yang terdampak gempa. Semua diberikan lewat rekening BNI. Sehingga tidak ada satu rupiah yang dipegang kami,” ungkapnya.

Terkait keterlambat penyaluran bantuan gempa tersebut, lanjutnya, karena sebelumnya ada data yang tidak sesuai dengan kondisi rill dilapangan, bahkan SK pun mengalami perubahan selama tiga kali, maka dilakukan uji publik langsung dengan masyarakat penerima bantuan untuk melihat langsung kondisi rumah yang rusak.

“Kita uji publik agar masyarakat bisa melihat secara langsung, kalau kondisi rumah sudah sesuai dengan kategori yang ditetapkan atau bagaimana,” ujarnya.

Sementara Ketua BPBD Malteng, Bob Rahmat, yang dihubungi via seluler, mengatakan, warga harus lebih tertib dan jujur dalam menyampaikan kondisi rumah yang rusak, lantaran data yang ada sudah dilakukan perbaikan beberapa kali.

“Kalau masyarakat mau jujur melaporkan, itu cepat sakali penyalurannya. Sehingga kita sering kali ditegur, tapi itu sudah menjadi resiko bagi kami, “jujurnya.

Menurutnya, saat ini, pihaknya baru memberikan dana stimulan pembersihan rumah. Sedangkan untuk dana bantuan rumah rusak, sementara masih dipending, karena menunggu hasil fasilitator dari Pemerintah Provinsi melakukan verifikasi ulang, apakah kondisi kerusakan rumah sudah sesuai dengan besar anggaran yang diterima atau tidak.

“Nanti dana stimulan berikutnya akan disalurkan bertahap, setelah menunggu hasil fasilitator dari provinsi melaporkan hasil surveynya. Sehingga masyarakat diharapkan untuk jujur melaporkan. Jadi lebih baik kita terlambat dari pada nanti ada masalah dikemudian hari,” harapnya.

Selain itu, dia juga mengingat kepada masyarakat agar jangan melakukan pemberian apapun kepada anggotanya yang bertugas menyalurkan bantuan. “Jika ada ditemukan, langsung dapat menegur secara langsung,” pungkasnya.(RHM)

Comment