by

Warga Luar Maluku Bebas Masuk-Keluar MBD

Ambon, BKA- Sikap menjadi-menjadi dilakukan orang-orang tertentu di Perusahan PT Batutua Tembaga Raya (BTR) di Pulau Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Mereka bebas masuk kabupaten itu sesuka hati. Sehingga hal itu sangat meresahkan warga MBD, ditengah gencarnya Pemerintah Provinsi Maluku maupun Pemerintah Kabupaten MBD menangani pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Untuk diketahui, sejak 15 Juni lalu, Kapal milik PT Batutua Tembaga Raya (BTR) memberangkatkan puluhan karyawannya dari luar Maluku ke Pulau Lirang, Kecamatan Wetar.

Tentu saja, tindakan PT BTR itu membuat warga merasa geram. “Prinsipnya kita sangat merasa didiskriminasi. Tim Gugus Tugas Covid-19 MBD kerja tidak benar, mengapa di Lirang bisa jebol orang masuk keluar tambang,” keluh salah satu pekerja yang menolak namanya dikorankan, Kamis (18/6).

Menurut sumber itu, tim Gugus Tugas Covid-19 MBD dinilai lalai dalam menangani Covid-19 di MBD, terutama di Pulau Wetar, yang hingga kini sudah didatangi puluhan warga dari luar Maluku.

“Bagi kami ini adalah bentuk ketidak seriusnya pemerintah dalam menangani corona di daerah ini. Sebab jika hal ini tidak disikapi pemerintah, ditakutkan kedepan, kasus positif corona di MBD makin bertambah,” jelas sumber itu lagi.

Bukan hanya itu, tim penanganan Covid-19 di Kecamatan Wetar juga bersikap diskriminatif. “Kita mau minta ijin pulang ke kampung sebentar saja karena lagi corona, tim Gugus bilang tidak bisa pulang. Nanti datang, tidak bisa kerja lagi di perusahan. Takut kita datang bawa virus. Loh, kenapa kita tidak dikasih ijin. Sedangkan orang luar Maluku keluar-masuk perusahan dengan kapal. Itu mereka kasih ijin. Ini tidak beres namanya,” beber sumber.

Dia berharap, Pemerintah Provinsi Maluku maupun Pemerintah Kabupaten MBD dapat lebih tegas lagi dalam masalah ini. “Ini
catatan bagi tim Gugus Tugas MBD dan Gugus Tugas Pemerintah Provinsi Maluku. Sebab ditakutkan, kepala desa dan camat sudah bekerja sama dengan pihak perusahan, sehingga masalah keluar-masuk orang-orang ini, mereka sudah tak peduli,” terangnya.

Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten MBD, Anfonsius Siamiloy, yang dikonfirmasi mengenai hal itu, mengaku, belum mengetahui informasi tersebut.

Bahkan Sekda MBD itu meminta wartawan untuk bertanya langsung ke Bupati MBD, Benyamin Th. Noach. “Saya belum tahu informasi itu. Coba nanti cek ke Bupati saja,” singkat Siamiloy.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Maluku, Anos Yeremias, yang dikonfirmasi BeritaKota Ambon, mengaku, baru saja mendengar informasi itu dari beberapa karyawan di perusahan BTR di Pulau Wetar.

“Ini saya juga baru dengar informasi itu dari para pekerja disana. Dan akan saya tindak lanjuti persoalan ini,” ungkap Yeremias, yang juga putra daerah MBD.

Politisi Gorkar Maluku ini berujar, terkait dengan informasi adanya kedatangan kapal milik PT BTR yang mengangkut puluhan warga dari luar Maluku, dirinya akan berkoordinasi dengan kepala Syahbandar Kisar dan Kepala Dinas Perhubungan MBD.

“Nanti saya akan telepon Syahbandar Kisar dan Kadis Perhubungan. Apakah informasi ini benar atau tidak. Jika memang benar, maka akan kita tindak lanjuti. Karena masyarakat disana pasti takut dengan penyebaran virus ini (corona). Jadi pastinya mereka tidak mau orang datang ke sana. Jangankan disana, dimana saja, pasti warga menolak kalau saat ini ada orang luar yang masuk,” tandasnya.(SAD)

Comment