by

Warga Masih Kesulitan Air Bersih

Ambon, BKA- Di tengah pandemi Covid-19, sebagian masyarakat di Kecamatan Sirimau masih kesulitan memperoleh air bersih. Pemerintah Kota Ambon disarankan terus melakukan pengeboran lewat DSA dan PDAM selaku perusahaan daerah, untuk menjawab krisis air bersih.

Anggota DPRD Kota Ambon, Yusuf Wally mengatakan, hingga saat ini masyarakat Kecamatan Sirimau masih kesulitan memperoleh air bersih. Salah satunya di kawasan Kampung Jawa, RT 002/RW.05, kelurahan Pandan Kasturi.

Saat lakukan tinjauan ke Kampung Jawa, kata dia, kelangkaan air bersih diakui warga mulai terjadi sejak 6 bulan lalu. Yakni sejak tiga bulan terakhir, warga sekitar mengandalkan salah satu sumur untuk mengkonsumsi air bersih, yang lokasinya di sekitar kantor Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tantui.

Jika tidak memiliki kendaraan roda dua, warga harus berjalan kaki sekitar 1 kilo meter menuju sumur tersebut untuk mengambil air bersih. Adapun warga sekitar yang bergantung dari mobil tangki air, dengan mengeluarkan biaya sekitar Rp 200.000.

“Warga Kampung Jawa sebagian yang tidak punya motor, harus berjalan kaki sekitar 1 kilo ke sumur untuk mendapatkan air bersih. Tapi ada juga yang membeli dari mobil air sekitar 200 ribu. Ini akibat kelangkaan air yang masih terjadi. Karena dari sekian pelanggan air yang ada, ada yang kebagian air tapi ada yang tidak,” beber Wally, ketika menghubungi koran ini, Minggu (3/5).

Politisi PKS ini mengaku, setiap hari warga harus antri di sumur tersebut untuk mendapatkan air bersih. Beruntung, pengambilan air yang dilakukan tidak dibatasi. Tergantung warga yang membawa tempat penampungan air saat pagi dan sore hari.

“Rutinitas mengambil air bersih tersebut terjadi sejak pagi hingga sore hari. Sumur itu tidak pernah sepi sejak tiga bulan terakhir. Warga sekitar berlomba-lomba mengambil air bersih. Apalagi pemilik sumur tidak membatasi mau ambil berapapun dan tidak diminta biaya sepeserpun,” ujarnya.

Wally menyarankan, Pemerintah Kota Ambon perlu melihat persoalan ini lebih serius. Karena ada warga yang diairi dan ada yang tidak. Sehingga perlu dilakukan pengeboran terus menerus untuk mengatasi kelangkaan air bersih yang terjadi.

Dan akibat kelangkaan air bersih, tambah dia, warga juga kesulitan mengikuti anjuran Pemerintah Kota untuk pencegahan Covid-19, dengan cara mencuci tangan setiap hari.

“Saya sarankan, Pemerintah Kota harus terus menginstruksikan pihak PDAM dan DSA terus melakukan pengeboran untuk menjawab kelangkaan air bersih. Sehingga ada solusi bagi warga yang kesulitan air bersih. Apalagi sumur yang berada di PPN Tantui itu melayani seluruh masyarakat Batumerah dan Pandan Kasturi,” tutupnya. (UPE)

Comment