by

Warga Nania Lestarikan Linkungan Lewat Seni Mural

Ambon, BKA- Warga RT 005/01 Desa Nania tetap melestarikan dan menjaga lingkungan dengan karya seni mural. Naplesi selaku ketua RT 005/01 mengakui, kesenian mural yang ada merupakan inisiatif dari pemuda setempat.

Awalnya ide ini digagas dalam menyongsong dirgahayu NKRI, sambungnya, namun kemudian warga terus konsisten menjaga agar lingkungan tetap indah dipandang mata. Untuk setiap gambar yang ada para pemuda setempa yang berperan.

“Awalnya gambar itu dalam menyongsong HUT RI, sehingga digambar agar bisa terlihat lebih indah. Gambar yang ada itu digambar oleh para pemuda yang ada dilingkungan kami yang memiliki potensi menggambar. Namun kepala pemuda berinisiatif untuk terus bisa ada seni mural agar lingkungan terlihat lebih hidup. Kami juga berinisiatif untuk mengecat ulang tembok dan memperbaiki gapura supaya terlihat terawat. Biaya pembangunan juga diberikan oleh pemerintah desa Nania dari Dana Desa (DD) karena merupakan program pembangunan,” tutur Naplesi.

Selain itu RT tetap menghimbau warga agar tetap menjaga kebersihan lingkungan. Dalam upaya menjaga kebersihan, mereka melakukan pengadaan tempat sampah bagi warga. Meskipun warga lingkungan menjaga keberishan tetap saja ada sampah warga luar yang dibuang sembarangan.

“Kami juga memperhatikan kebersihan lingkungan dengan melakukan pengadaan bak sampah. Tempat sampah yang sudah dibuat akan dijaga agar tidak ada yang membuang sampah sembarangan. Sering terjadi warga luar yang membuang sampah sembarangan dilingkungan kami,” tambahnya.

Dikatakan, Ketua pemuda pun dibentuk agar bisa mempertahankan konsisten pembangunan yang sudah dibuat. Setelah melantik kepala pemuda, akan diadakan rapat untuk membuat portal dan membentuk siskamling untuk berjaga. RT berharap agar lingkungannya bisa menjadi contoh bagi lingkungan lain yang ada di desa Nania. Warga juga membantu pembangunan yang ada dengan mengadakan iuran dari setiap keluarga agar uangnya bisa digunakan untuk kepentingan lingkungan. Bahkan iuran tersebut sudah termasuk biaya angkut sampah yang sering dilakukan para pemuda pada malam hari.

“Kita akan berlakukan jam jaga malam, batas jam 10 malam warga dilarang keluar masuk lorong kecuali ada keperluan darurat. Setiap malam ada pemuda yang berjaga, warga juga membantu dengan menyediakan konsumsi. Kami juga menagih iuran dari setiap warga untuk biaya pembenahan dan itu sudah termasuk biaya angkat sampah yang dilakukan para pemuda. Ketua pemuda berencana untuk kembali mengecat setiap tembok sepanjang lorong agar bisa kembali terlihat bersih. Semoga lingkungan kami bisa menjadi contoh bagi lingkungan lain yang ada di desa Nania ini,” pungkasnya. (MG-1)

Comment