by

Warga Silale Tetap Jalani Rapid Test

Ambon, BKA- Gugus Tugas (Gustu) Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Ambon akan tetap melakukan rapid test terhadap sejumlah warga di Kelurahan Silale, kecamatan Nusaniwe. Pasalnya, ada beberapa warga yang sebelumnya diinformasikan telah berkontak langsung dengan pasien Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy menegaskan, untuk menekan laju penularan Covid-19, maka pemeriksaan lewat rapid test terhadap beberapa warga Kelurahan Silale akan tetap dilakukan meski ada pihak yang menolak rapid test.

“Mereka diketahui melakukan kontak dengan pasien terkonfirmasi Covid-19. Dan sesuai dengan protap, mau atau tidak rapid test akan tetap dilakukan terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien tersebut,” ungkap Wendy, kepada wartawan, Jumat (5/6).

Disebutkan, tiga orang warga kelurahan Silale memiliki risiko tinggi. Karena dari penelusuran kasus (tracking) pasien terkonfirmasi, ketiga warga tersebut melakukan kontak erat dengan pasien.

“Ini adalah langkah tepat untuk melacak dan memutuskan mata rantai penularan Covid-19. Sehingga dengan dilakukannya rapid test terhadap ketiga warga tersebut, maka akan diketahui dengan pasti arah penularan virus. Dan rapid test yang dilakukan itu secara gratis,” tuturnya.

Terkait penolakan yang dilakukan warga, Wendy mengaku, sebelumnya tim tracking sudah menyampaikan tentang rencana tim medis yang akan melakukan rapid test terhadap beberapa warga Silale. Begitupun dengan pihak Kelurahan Silale, yang sudah menyampaikan rencana dimaksud kepada beberapa warga tersebut.

“Dikarenakan mereka menolak, akhirnya tim dari Gugus Tugas Kota Ambon yang melibatkan BPBD, Dinas Kesehatan, Analis dan Tim Tracking turun ke lokasi dan memberikan penjelasan,” terangnya.

Menurut dia, hingga kemarin, Gugus Tugas masih melakukan langkah-langkah persuasive. Dan terhadap ketiga warga Kelurahan Silale, secepatnya akan dilakukan rapid test, mengingat langkah ini dilakukan untuk kepentingan orang banyak.

“Besok (hari ini), akan dilakukan mediasi oleh Gugus Tugas Kota Ambon. Yang pasti secepatnya akan kita lakukan rapid test, karena tidak ada jalan lain selain rapid test. Yang nantinya bila hasil rapid reaktif akan dilanjutkan dengan pemeriksaan swab test,” jelas Wendy.

Dia menghimbau, agar masyarakat mau bekerjasama dengan pemerintah maupun Gugus Tugas dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Ambon.

“Kami harap, ada dukungan dan kerjasama masyarakat. Karena untuk memutuskan mata rantai penularan virus ini, pemerintah maupun Gugus Tugas tidak bisa melakukannya sendiri. Dibutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat, karena pandemi Covid-19 ini adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat,” tutupnya. (DHT)

Comment