by

Warga Silale Tolak Rapid Test

Ambon, BKA- Rencana pelaksanaan rapid test di Kelurahan Silale, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, ditolak warga keluarahan itu, Kamis (4/6).

Rencana rapid test itu untuk melakukan pelacakan atau tracking terhadap salah satu pasien Covid-19, AA yang saat ini tengah dikarantina dan dirawat di Balai Diklat Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Maluku.

Penolakan warga itu bukan tampa alasan. Mereka mempertanyakan ketidaktransparansian tim Gugus Tugas Penanganan dan Percepatan (GTPP) Covid-19 Kota Ambon. Seperti yang disampaikan oleh salah satu anak AA yang berinisial AD.

Dia mengatakan, dia dan keluarganya bersedia melakukan rapid test, dengan syarat harus ada bukti hasil swab lab yang menyatakan ayahnya memang positif Covid-19.

“Saya mau untuk rapid test, tapi saya harus melihat hasil swab bapak saya dulu, kalau beliau positif. Sementara mereka (GTPP-red) hnya datang membawa surat keterangan yang memvonis beliau positif. Saya mau itu hasil Lab, bukan surat keterangan, ” ungkap AD, yang ditemui beritaKota Ambon, Kamis (4/6).

Selain alasan itu, penolakan itu juga dilakukan karena tindakan GTPP Ambon yang terkesan tiba-tiba, tampa sosialisasi atau kordinasi. Sehingga secara spontan juga warga melakukan penolakan.

“Aksi kami tadi secara spontanitas, tidak ada koordinator yang mengarakan kami untuk menggelar aksi penolakan rapid test itu,” jelasnya.

AD mengungkapkan, bapaknya telah divonis sebagai pasien positif Covid-19. Tapi sampai sekarang beliau sendiri tidak pernah melihat hasil swab-nya.

“Tanya sajan kepada orang di LPMP, mereka dikasih hasil Lab atau tidak. Mereka tidak dikasih, hanya hasil keterangan yang menyatakan positif, ” tutur AD.

Lanjutnya, bapaknya selama dikarantina atau diisolasi tidak perna sakit ataupun ada gejala Covid-19. “Bapak saya selama ini tidak pernah sakit. Pertama dibilang Orang Tanpa Gejala (OTG) sampai dibilang ODP dan sudah positif. Tapi beliau sekarang kondisinya baik-baik saja,” jelasnya.

Untuk itu, dia berharap, pihak GTPP Ambon bisa secara transparan untuk menunjukkan hasil Lab swab pasien yang dinyatakan sebagai pasien positif Covid-19.

Hal senada juga disampaikan Ketua RT 002 dan 004 Keluarahan Silale, Abdul, bahwa aksi penolakan rapid test yang dilakukan oleh warga itu disebabkan karena tidak adanya transparansi yang memastikan AA positif Covid-19 melalui hasil Lab swab.

“GTPP terlalu tertutup. Lebih baik itu terbuka saja, biar masyarakat tahu bahwa ada warga yang memang menderita positif Covid-19, namanya siapa dari mana asalnya,” pintanya.

Namun secara umum, Ketua RT mengapresiasi upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk menekan angka kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19. “Saya juga apresiasi GTPP untuk hal ini,” tandasnya.

Sementara itu, AA yang dihubungi melalui video call aplikasi WhatsApp, terlihat dalam kondisi sehat. “Kami ingin pulang. Kami disini baik-baik saja. Ini teman-teman saya, mereka semua baik-baik saja. Penanganan disini lumayan bagus,” pungkas AA.(BKA-1)

Comment