by

Warga Skip Butuh Pembangunan Jembatan

Ambon, BKA- Pasca viralnya video yang diupload warga Skip Atas RT 001/RW 01 Kelurahan Batu Meja, Kecamatan Sirimau terkait sulitnya sarana akses jalan (jembatan) di wilayah tersebut, membuat pemerintah dalam hal ini Komisi III DPR Kota Ambon turun langsung meninjau lokasi tersebut.

Ketua RT 001/RW 001, Remsy Nuniary mengaku, kunjungan ini dilakukan setelah pihaknya bersama warga yang mengalami kesulitan akses saat ingin menggunakan jembatan yang memang sudah tidak layak lagi digunakan.

“Ini kunjungan dari Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Rustam Latupono dan seluruh anggota komisi III DPR beserta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Ambon, guna meninjau langsung jembatan tersebut. Pasca beredarnya vidio mayat turun kali yang diambil langsung dari saya selaku RT di sini ,maka dilakukanlah peninjauan ini. Saya dan warga setempat berharap agar pemerintah bisa membantu persoalan kami rakyat kecil dengan membangun infrastruktur jembatan. Memang sudah ada jembatan tapi jembatan tersebut tidak layak digunakan, karena hanya terbuat dari kayu sehingga bisa dengan mudah rubuh jika terlalu banyak orang yang lewat.” Ungkapnya.

Remsy mengakui sudah ada Rancangan Anggaran Pembangunan (RAP) sejak tahun 2019 dan berencana untuk pembangunan jembatan di lakukan tahun ini, namun terkendala dengan masalah pandemi covid-19 sehingga masih tertunda. Sudah ada pengaduan ke Pemerintah Kelurahan Batu Meja tapi anggaran tahun ini di pangkas untuk penanganan covid-19 sehingga belum bisa melakukan pembangunan infrastruktur.

Dia juga menambahkan, tidak ada akses lain untuk menyeberangi sungai tersebut. Di seberang sungai terdapat 40 Keluarga yang merupakan warganya sehingga mereka sangat membutuhkan akses jembatan layak pakai.

“RAP sendiri sudah ada sejak tahun kemarin sehingga kami merencanakan pembangunan untuk tahun ini tapi, karena adanya pandemi covid-19 jadi belum bisa di bangun. Sudah ada penyampaian kepada Kelurahan Batu Meja mengenai hal ini, hanya saja semua anggaran desa sedang di pangkas untuk biaya bansos dan penanganan pandemi. Jembatan ini satu-satunya akses penyeberangan yang ada. Sedangkan di seberang sana ada 40 keluarga yang masih masuk dalam warga saya,” lanjut Nuniary.

Setelah melakukan peninjauan, Rustam Latupono menegaskan untuk segera bisa di bangun akses jembatan tersebut, “Wakil Ketua DPR Rustam Latupono menyatakan untuk dengan segera dibangun jembatan.

Pembangunan bisa saja tahun ini atau tahun depan tergantung Pemerintah Kota. Untuk sementara masih mengurus ijin pembangunan agar saat pembangunan tidak ada protes pemilikan tanah,” pungkasnya. (MG-1)

Comment