by

Warga Wainitu Gelar Program Penghijauan

Ambon, BKA- Apresiasi patut diberikan kepada warga Ketua RT 002/ RW 0, Kelurahan Wainitu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon. Meski memiliki lahan terbatas, warga tetap konsisten melakukan penghijauan dengan memanfaatkan lahan sempit, melalui sistem Dasawisma.

Dasawisma adalah suatu kelompok yg terdiri dari 10-20 KK di dalam 1RT. Setelah terbentuk kelompok, maka diangkatlah 1 orang yang bertanggung jawab sebagai Ketua. Melalui kelompok-kelompok Dasawisma, berbagai jenis tanaman yang ditanam di sepanjang jalan membuat lorong ini terlihat asri dan segar. Program tersebut merupakan inisiatif dari warga dan RT setempat, untuk sama-sama membuat lorong tidak terlihat kumuh dan gersang.

Bekerja sama dengan dasa wisma dan pemuda setempat, tidak hanya dijadikan kompleks penghijauan. Tetapi seni mural pun menambah keindahan dikawasan setempat.

“Partisipasi positif dari warga terbukti dengan adanya berbagai macam pot dan tanaman yang di sumbangkan warga untuk sepanjang jalan lorong tersebut. Sementara untuk gambar mural itu, pemuda di sini yang ikut menggambar, kalau untuk tanaman itu bekerja sama dengan dasa wisma dari RT. Kelurahan juga ikut membantu berupa subsidi yang di berikan untuk menambah tanaman dan atap. Kemudian ada beberapa tanaman yang d bagi dari dinas yang diserahkan kepada dasa wisma. Rencananya semua tanaman yang ada akan diperbanyak untuk dibagikan kepada warga untuk melakukan pemberdayaan tanaman hidroponik. Karena itu sudah ada pendekatan dengan DPRD namun belum bisa berjalan karena covid-19,” tutur Semi Leimena, Ketua RT 002/ RW 02.

Tujuan penghijauan lorong kompleks ini, agar kawasan pemukiman tidak terlihat kumuh dan mendorong warga agar sadar pentingnya tanaman hijau bagi kesehatan. Dia juga mengakui belum semua warga memahami pentingnya penghijauan. Tapi tetap RT berupaya untuk mengajak warga agar memanfaatkan lahan yang kosong untuk bisa bercocok tanam.

Perawatan tanaman juga dilakukan secara bertahap oleh perangkat dasa wisma agar tanaman tetap sehat. Jadwal untuk menyiram bunga dibuat agar anggota dasa wisma tetap menyiram tanaman sesuai hari. Sosialisasi pun di lakukan kepada warga agar bisa sama-sama menjaga kelestarian tanaman yang ada dan tidak merusaknya.

“Karena lingkungan terlihat kumuh dan gersang jadi berpikir bagaimana caranya agar lingkungan terlihat segar, maka ada inisiatif untuk melakukan penghijauan disepanjang jalan di lingkungan ini. Setelah ada penghijauan lorong lebih terlihat hidup dan indah di pandang mata.

Pihaknya juga berusaha mengajak warga untuk bisa menanam tanaman di pekarangan rumah yang kosong, dari semua warga tetap saja ada yang belum mau bekerja sama. Warga juga berpikir tanaman sayuran juga bagus untuk di kembangkan berupa tanaman hidroponik, agar bisa di gunakan untuk sehari-hari.

“Untuk perawatan tanaman kita buatkan jadwal tugas untuk menyiram bunga, sementara masih anggota dasa wisma yang melakukan. Karena sedang musim hujan jadi otomatis tanaman akan tetap basah jadi belum perlu banyak di siram,” tutupnya. (MG-1)

Comment