by

Waspada Banjir dan Longsor

Ambon, BKA- Memasuki puncak musim penghujan, masyarakat kota Ambon di minta untuk waspada terhadap bencana banjir dan longsor saat hujan lebat. Terkhusus bagi yang tinggal di bantaran sungai maupun lereng bukit.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kota Ambon, Jhon Mainake, saat menghubungi koran ini, Selasa (30/6).

Ketua Fraksi Nasdem Kota Ambon ini menyebutkan, sesuai prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak musim penghujan untuk pulau Ambon berada diantara bulan Juni hingga Juli tahun ini.

Anggota DPRD Kota Ambon, Jhon Mainake

Untuk itu, masyarakat harus tetap waspada ketika hujan dengan intensitas sedang maupun lebat. Apalagi saat ini, lanjut dia, masyarakat harus tetap berada di rumah selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Puncak musim penghujan sesuai informasi BMKG itu di bulan Juni dan Juli. Dan belakangan ini cuaca semakin tidak bersahabat. Maka saya mau ingatkan masyarakat untuk selalu waspada saat musim hujan, waspada banjir dan longsor,” imbau Mainake.

Kata dia, jika ada warga yang rumahnya longsor maupun terancam longsor, segera menghubungi Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) untuk meminta bantuan seperti terpal, karung dan lainnya.

“Kalau ada rumahnya mau longsor atau memang sudah longsor, harap dilaporkan ke BPBD kota Ambon di Karpan. Agar ada penanganan. Karena tahun tahun sebelumnya juga seperti itu. Tapi semoga tidak terjadi hal tersebut,” harapnya.

Selaku mitra, Mainake juga meminta agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk bisa melakukan perbaikan terhadap drainase atau saluran saluran air. Agar ketika musim penghujan air tidak meluap ke permukiman warga.

Pasalnya, rencana pengerukan sungai yang direncanakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku maupun Pemerintah Kota lewat PUPR Kota Ambon, belum terlaksana untk beberapa sungai di kota Ambon. Diantaranya sungai Wairuhu Galala, sungai Batumerah, sungai Batugajah hingga sungai Batugantong.

“Selama ini kan rencana pengerukan sungai tidak dilakukan secara menyeluruh. Padahal sungai yang ada ini harus dikeruk untuk cegah banjir. Kalau memang tidak bisa, maka solusinya perbaiki saluran-saluran air untuk mencegah banjir. Jangan tunggu sampai banjir baru mau bertindak,” pesan Mainake. (UPE)

Comment