by

Waspada Kekeringan di MBD dan KKT

Ambon, BKA- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Deputi Bidang Klimatologi, Herizal, mengeluarkan peringatan dini tentag kondisi kekeringan yang diprakirakan akan terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Termasuk dua daerah di Maluku, yakni, kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT)

Lewat edaran nomor, KL.00.02/011/DK/VIII/ tahun 2020, itu ditujukan kepada 10 gubernur yang daerahnya terdeteksi hasil pemuktahiran oleh BMKG yang berpotensi mengalami kekeringan. Diantaranya, Nusa Tenggara Timur (NTT) Nusa Tenggara Barat (NTB) Bali, Jawa Timur,
Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Maluku dan Papua.

Isi edaran tersebut menyebutkan, sesuai monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) dan prediksi probalistik curah hujan dasarian (10 harian), hingga dua dasarian kedepan. Yakni terdapat indikasi potensi kekeringan meteorologis pada beberapa kabupaten/kota dengan status waspada, siaga, dan awas kekeringan meteorologis, yang biasanya diikuti oleh berkurangnya persediaan air untuk rumah tangga dan pertanian, serta meningkatnya potensi kebakaran semak, hutan, lahan dan perumahan. Maka hal ini perlu diwaspadai.

“Sehubungan dengan informasi ini, kiranya dapat dijadikan kewaspadaan
dan pertimbangan untuk melakukan langkah mitigasi dampak ikutan dari kekeringan meteorologis. Serta selalu berkoordinasi dengan BMKG setempat,” himbau Herizal, lewat akun group WhatsApp, Jumat (14/8).

Dalam edaran tersebut, Herizal juga menyebutkan bahwa dari 11 kabupaten/kota di Maluku, ada dua kabupaten yang diprediksi masuk kategori waspada, yakni, MBD dan KKT. Sehingga diperlukan langkah-langkah antispasi dari pemerintah daerah setempat maupun provinsi dengan stakeholder lainnya.

“Untuk daerah-daerah dengan status peringatan dini meteorologisnya, perlu melakukan langkah antisipasi. Seperti budidaya pertanian yang tidak membutuhkan banyak air, waspada kebakaran hutan, lahan dan semak kemudian hemat penggunaan air,” saran Herizal.

Tempat terpisah, Kepala Stasiun Meterologi Pattimura Ambon, Ot Oral Sem Wilar, saat dikonfirmasi membenarkan edaran tersebut.

Diakuinya, edaran yang disampaikan kaitannya dengan iklim yang memiliki rentan waktu yang cukup panjang jika terjadi. Dan apa yang disampaikan tersebut adalah benar sesuai prakiraan BMKG terkait sejumlah daerah yang berpotensi kekeringan, termasuk dua daerah di Maluku yakni MBD dan KKT yang masuk kategori waspada.

“Memang edaran itu disampaikan kita di BMKG. Tapi nanti warga di daerah lain di Maluku bertanya, kenapa musim panas sementara kita di sini musim hujan. Jadi Maluku ini agak berbeda pola hujannya,” ungkap Oral.

Dipaparkan, ada perbedaan cuaca antara sebagian wilayah Maluku d bagian Tenggara dengan pulau Ambon, Pulau Seram da sekitar. Sehingga ketika pulau Ambon dan sekitarnya mengalami musim hujan, maka di dua daerah tersebut bisa mengalami musim kemarau.

“Misalnya daerah Tenggara Kei, Saumlaki dan sekitar itu berada di musim kemarau. Dan sudah puluhan hari tidak hujan. Sementara di pulau Ambon musim hujan. Makanya dikeluarkan peringatan dini itu atas instruksi Pemerintah Pusat, agar bisa bersinergi dengan pemerintah daerah,” tukas Oral.

Dikatakan, dari edaran tersebut maka tidak semua daerah di Maluku mengalami cuaca yang sama.

“Itu kan potens kekeringan dialami beberapa provinsi termasuk Maluku. Tapi tidak semua daerah di Maluku, tapi MBD dan KKT. Bahkan daerah Aru juga dalam pantauan. Jadi kita berencana membahas hal ini lebih lanjut dengan BPBD, untuk sosialisasi masyarakat. Nanti juga kita libatkan pihak lain agar bisa mengantisipasi kekurangan air,” kunci Oral. (UPE)

Comment