by

Wawali Launching Bansos KPM-PKH

Ambon, BKA- Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler, melaunching bantuan sosial (bansos) beras jenis bulog sebanyak 7190 kepada Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM-PKH) di gudang bulog, kawasan Galala Kota Ambon, Rabu (16/9)

Dalam sambutannya, Politisi PPP ini mengatakan, bantuan tersebut terbesar di 8 desa/neger. Diantaranya 7 desa di kecamatan Baguala dan 1 desa di kecamatan Teluk Ambon.

“Di tengah pandemi dimana kota Ambon semakin hari, makin memprihatinkan. Tentu ini tidak mengganggu aspek kesehatan kita masyarakat saja, tapi dia mengganggu seluruh aspek kehidupan masyarakat. Termasuk kedalamnya adalah aspek ekonomi,” ungkap Syarif.
Apalagi kata dia, Ambon sudah masuk dalam PSBB transisi V. Sehingga pergerakan masyarakat dalam mencari nafkah juga pasti terganggu.

“Jika jni terjadi dampaknya ekonomi masyarakat akan jadi beban bagi mereka. Pemerintah pusat mempunyai naluri yang begitu tinggi. Sehingga berbagai kebijakan di terapkan. Salah satunya bantuan sosial berupa beras. Yang antara lain disampaikan 7190 penerima manfaat untuk PKH,” jelasnya

Lebih lanjut, harap Syarif, bantuan tersebut jangan sampai disalah gunakan. Dan Dinas Sosial harus berhati-hati dalam memberikan bantuan. Karena, kondisi saat ini agak sensitif, tidak seperti kondisi normal.

“Oleh karena itu Pemkot, melalui Dinsos telah kita tegaskan melakukan tindakan itu dengan sehati-hati mungkin. Agar jangan sampai pendataan ini salah,” pesannya.

Dituturkan, sedikit permasalahn di awal karena pihaknya terkendala dengan data yang dipunyai kementrian. Yang mana itu tidak bisa dibuka ke publik.

Sementara Pemkot harus memastikan siapa penerima PKH, jumlahnya berapa, alamatnya, dan siapa penerima. Supaya kemudian bantuan-bantuan lain yg disediakan tidak lagi double.

“Tetapi berkat komunikasi pak wali dengan pak menteri, lalu kemudian data bisa didapatkan. Dan oleh dinsos bisa terverikasi datanya, sehingga sampai hari ini tidak ada masalah soal data,” tukasnya.

Menurutnya terkait bantuan, walikota maupun bupati di daerah lain, amat stress. Bahkan pernah mengamuk atas pemberitaan media. Untuk itu, baik masyarakat maupun dinas sosial, bisa berhati-hati dalam bantuan tersbut.

“Alhamdulillah, di kota Ambon tidak lagi ada permasalahan dengan data. Berkat komunikasi yang intens dengan kementrian sosial. Oleh karena itu, atas nama pemerintah dan masyarakat Ambon, saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan,kepada pak menteri, kepala Bulog serta jajarannya. Yang telah fasilitasi program bantuan sosial beras, yang pada hari ini akan kita luncurkan dan di salurkan kepada masyarakat yang berhak menerimannya,” kunci Syarif. (BKA-1)

Comment