by

WFH Masih Berlanjut Bagi PNS

Ambon, BKA- Dengan diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap II di Kota Ambon, anjuran bekerja dari rumah atau work from home (WFH) PNS lingkup Pemerintah Kota Ambon masih dilanjutkan.
Seluruh PNS tersebut dipekerjakan dari rumah untuk mencegah terjadinya penyebaran covid-19 yang lebih besar. Mengingat dengan PSBB,

pembatasan-pembatasan terhadap aktivitas masyarakat juga diberlakukan.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Ambon, Benny Selanno mengatakan, dirumahkannya para aparatur sipil negara (ASN) Pemkot sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) yang ditindaklanjuti dengan Perwali ASN yang ada dirumahkan selama PSBB.
Namun, untuk ASN yang dirumahkan tersebut bukan untuk liburan tetapi bekerja dari rumah sesuai dengan ketentuan serta arahan dari masing-masing kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Kita jalan bukan sesuai SKB, tapi sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan yang kemudian ditindaklanjuti dengan Perwali. Oleh karena itu, 14 hari kedepan sesuaikan dengan Perwali itu seluruh aktivitas kantor dinyatakan dialihkan ke rumah bukan libur,” tegas Selanno, kepada wartawan di Balai kota, Senin (13/7).

Dikatakan, tidak semua ASN di lingkup Pemerintah Kota Ambon yang dirumahkan sesuai dengan perwali yang ada. Pasalnya, ASN yang berada ada pada SKPD untuk pelayanan publik kepada masyarakat harus tetap berkantor untuk melayani masyarakat sesuai dengan ketentuan.

Meski demikian, dengan ketentuan yang berlaku ASN pada pelayanan publik harus tetap bekerja mengikuti arahan dari pimpinan OPD. Sehingga pelayanan dapat berlaku sesuai dengan aturan yang ditentukan.

Mengingat saat ini, Kota Ambon sedang melaksanakan PSBB tahap II untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Dan PNS lingkup Pemkot harus tetap memperhatikan arahan dari pimpinan OPD, demi mendukung pemerintah dalam memutus penyebaran wabah Corona, terutama pada pelayanan kepada masyarakat.

“Kemudian pada unit-unit tertentu yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik, ini bekerja. Tetapi mekanisme kerja diatur oleh masing-masing kepala dinas,” tukasnya.

Dikatakan, PNS yang dirumahkan tersebut tidak beraktivitas di kantor Balai Kota sehingga aktivitas dari orang yang ada di Balai Kota lebih sedikit. “Jadi bisa dilihat ASN jarang ada yang berkeliaran, karena sesuai dengan perwali itu,” tambahnya.

Dia menghimbau, agar seluruh PNS yang sementara bekerja dari rumah tidak merasa diliburkan. Tetapi dapat bekerja sesuai dengan arahan dari pimpinan masing-masing SKPD, untuk kemajuan Pemerintah Kota kedepan. (DHT).

Comment