by

Wujudkan Ambon Sebagai Kota Ikan

Ambon, BKA- Pemerintah Kota Ambon dinilai perlu mempersiapkan infrastruktur dasar untuk mewujudkan kota Ambon sebagai kota Ikan kedepan. Yang mana Ambon sendiri baru saja dikunjungi Menteri Kelautan dan Perikanan, Edy Prabowo pekan lalu.

Anggota DPRD Kota Ambon, Yusuf Wally menilai, Ambon belum memiliki tempat pelelangan ikan yang memadai karena saat ini hanya mengandalkan pasar ikan Apung Mardika.

Yakni setiap pelelangan hanya pada tempat seadanya yang berdesak-desakan dengan para pedagang. Bahkan sistim penagihan retribusi pelelangan ikan juga tidak jelas.

“Saat saya ke pasar ikan ingin mencari kantornya, yang didapat masyarakat sedang melelang ikan yang baru masuk dari Banda. Ini semua menjadi hambatan pelelangan ikan di pasar apung Mardika, karena tidak miliki kantor atau tempat yang layak. Sehingga berpengaruh juga terhadap pendapatan daerah dari retribusi pelelangan ikan,” ungkap Wally, kepada koran ini, Kamis (3/9).

Selain itu, kata dia, Pemerintah Kota memiliki pelabuhan ikan dan coolstorage di PPI Eri. Namun dari hasil Laporan Kerja Pertanggung Jawaban (LKPJ) Walikota Ambon Tahun 2019, saat ini investor tidak memperpanjang sewa coolstorage di PPI Eri.

Belum lagi pabrik es yang belum bisa dimanfaatkan sampai saat ini, dan penambatan perahu yang tak terlihat aktifitas sama sekali.

“Perbaikan proses sistem yang dilakukan terhadap beberapa lokasi yang dijadikan tempat pos pelelangan ikan, misal di laha dan Hutumuri, serta bagaimana proses retribusi ikan yang masuk lewat darat dari pulau seram atau Banda,” ujarnya.

Anggota Komisi III ini mengaku, kedepan jika Pemerintah Kota meminta dukungan Menteri Perikanan dan Kelautan untuk menjadikan Ambon sebagai kota Ikan, maka Pemerintah Kota perlu membenahi infrastruktur dan sistem yang ada. Kemudian menstabilkan harga ikan di kota Ambon, baik itu musim tangkap atau bukan musim tangkap.

Dimana saat musim tangkap, pemerintah dapat membeli dan menampung ikan. Dan saat diluar musim tangkap akibat pengaruh cuaca, Pemerintah Kota Ambon dapat mengeluarkan ikan yang di simpan.

“Semua ini agar harga ikan menjadi stabil. Karena tidak logis jika kedepan kota Ambon ditetapkan sebagai kota Ikan, namun harga ikan mahal. Masih banyak lagi yg harus disiapkan oleh Pemkot Ambon menuju Ambon Kota Ikan. Dan terpenting semua anggaran perikanan dapat dialokasikan secara efektif dan efisien, serta tepat sasaran bantuan perikanan bagi masyarakat,” saran Wally.

Politisi PKS ini menambahkan, jika infrastruktur dasar telah dilakukan dengan menggunakan APBD secara efektif dan efisien, barulah kemudian Pemkot Ambon mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Maluku dan diteruskan ke Menteri Kelautan dan Perikanan, untuk menetapkan Ambon sebagai Kota Ikan.

“Terkait kota Ambon kedepan diminta menjadi kota Ikan, saya sebagai anggota Komisi 3 yang bermitra dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Ambon, perlu dibahas bersama dengan DPRD. Agar saling mendukung, terkait Kota Ambon akan dijadikan sebagai kota Ikan,” tuturnya.

Dia juga meminta, jika Pemerintah Kota berkeinginan untuk menjadikan Ambon sebagai kota Ikan, perlu menindaklanjuti masuka DPRD Kota Ambon yang disampaikan setiap pembacaan Kata Akhir Fraksi-Fraksi terkait LKPJ Walikota Ambon setiap tahunnya.

Dan sebagai anggota DPRD, sambung Wally, akan mendukung Ambon sebagai kota Ikan.

“Jika Pemerintah Kota serius terhadap hal ini, memasuki masa sidang pertama tahun 2020-2021, Dinas Perikanan kota Ambon, merancang role model kota Ambon sebagai kota Ikan. Dan disampaikan ke DPRD,” tukasnya.

Aleg PKS dua periode ini menambahkan, bukan tidak mungkin kota Ambon dijadikan kota Ikan. Karena begitu melimpahnya hasil tangkapan pada pasar di kota Ambon. Dan pemerintah memiliki pelabuhan perikanan PPI Eri atau di desa negri lainnya, banyaknya coolstorage di PPI tantui, seluruh hasil tangkapan di kota Ambon, dari Banda, Pulau Seram semuanya masuk ke Kota Ambon.

Dan Kota Ambon sebagai kota Ikan, perlu dukungan semua stakeholder. Baik itu dari dinas, para tukang lelang, para pedagang hasil tangkapan ikan, sampai pada para nelayan, sehingga kedepan bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Bukan tanpa alasan kota Ambon kedepan bisa menjadi kota Ikan. Karens pusat perdagangan hasil tangkapan, serta dukungan potensi pesisir yang terhampar mengelilingi Kota Ambon,” tutup Wally. (UPE).

Comment