by

10 Kepsek Reaktif Belum Diswab

Ambon, BKA- Dari 19 kepala sekolah (Kepsek) yang hasil rapid testnya dinyatakan reaktif, baru 9 orang yang sudah melakukan swab test. Sementara 10 kepsek lainnya yang belum mau mengikuti swab, akan dipanggil Dinas Pendidikan atau Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Ambon.

Untuk diketahui, pada pekan kemarin, sebanyak 24 Kepsek menghadiri serah terima jabatan dari Walikota Ambon, Richard Louhenapessy. Namun sebelum masuk dalam ruangan Velsingen di lantai dua Balai Kota, harus dilakukan rapid test. Dan dari pengambilan rapid test tersebut, 19 kepsek hasilnya reaktif.

Dan karena reaktif, 19 kepsek tersebut wajib melakukan swab test, untuk memastikan apakah terpapar Covid-19 atau tidak. Namun dari 19 kepsek tersebut, baru 9 kepsek yang mengikuti swab.

“Mereka yang reaktif itukan tidak bisa mengikuti proses serah terima jabatan. Tapi, mereka sudah diperintahkan untuk swab test di Dinas Kesehatan. Kemarin itu saya sudah kontak, tapi hanya 8 atau 9 itu yang sudah swab, tapi yang lain belum,” ungkap Sekertaris Dinas Pendidikan Kota, Merry Mairuhu, kepada wartawan, Senin (11/1).

Dijelaskan, apapun yang terjadi, 10 Kepsek itu, harus lakukan swab, karena hasil rapid test dinyatakan reaktif. Dan ini bagian dari upaya untuk mencegah kluster baru di dunia pendidikan. Dan dari 9 kepsek yang telah melakukan swab test, hasilnya belum keluar.

“Saya sudah laporankan ini ke BKD untuk kejar mereka yang belum swab. Sehingga mereka tidak menularkan kepada teman-teman di sekolah,” sebutnya.

Kepala BKD Kota Ambon, Benny Selano menegaskan, 19 Kepsek tersebut, belum bisa melakukan aktivitas di luar rumah. Sembari, menunggu hasil swab keluar dan dinyatakan negatif Covid-19. Tentunya ini dalam rangka memutuskan mata rantai Covid-19 di Kota ini,” tandasnya.

Dia menegaskan, 10 Kepsek yang belum lanjut swab itu dipastikan akan dilakukan test swab. Dan jika tidak mau, lanjut Benny, maka 10 ASN itu akan ditindak sesuai aturan yang berlaku.

“Mereka itu aparatur sipil negara (ASN). Harus bisa membantu pemerintah dalam ini, memutus mata rantai Covid-19. Kita nanti akan lihat dulu sebelum tindak. Alasan tidak mau swab itu apa,” tukasnya.

Ditambahkan, masalah ini, pihaknya akan selalu melakukan pemantauan. Sehingga 10 kepsek tersebut, dipastikan mengikuti test swab di dinas kesehatan. (IAN)

Comment