by

10 Tahun Tak Tuntas, TPU Arbes Dipertanyakan

Ambon, BKA- Komisi III DPRD Kota Ambon kembali mempertanyakan Pembangunan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Air Besar (Arbes) Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau, Ambon yang sudah dikerjakan sejak tahun 2009 silam. Pasalnya, hingga kini TPU Arbes belum juga difungsikan.

Anggota Komisi III DPRD Kota Ambon, Taha Abubakar mengatakan, persoalan TPU Arbes ini sebelumnya dibahas bersama anggota Komisi III periode 2014-2019. Bahkan komisi pernah melakukan on the spot bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PUPR) Kota Ambon di tahun 2018 lalu.

Sementara untuk periode kali ini, belum dilakukan pembahasan terkait TPU Arbes, lantaran banyak pembangunan yang dihentikan untuk penanganan Covid-19, lewat kebijakan refocusing di tahun 2020 lalu.

Dan untuk tahun ini, komisi III akan coba mempertanyakan kembali sejauh pembangunan TPU Arbes yang hingga kini belum juga difungsikan. Sebab saat ini, beberapa lokasi TPU yang ada telah penuh untuk menguburkan jenazah yang telah meninggal dunia. Salah satunya TPU Kebun Cengkeh Muslim.

“Setelah ini kita akan internal dan coba untuk agendakan rapat bersama dengan PRKP, untuk mempertanyakan kapan itu TPU Arbes bisa difungsikan. Karena TPU ini salah satu keluhan masyarakat. Karena beberapa TPU kan sudah penuh, termasuk yang di Kebun Cengkeh. Ini sangat penting untuk didorong,” tandas Taha, kepada wartawan di gedung DPRD Belakang Soya, Senin (1/2).

Ketua Fraksi Keadilan Persatuan (PKS-PPP) ini mengaku, dari hasil koordinasi dengan pihak PRKP Kota Ambon, bahwa TPU tersebut akan difungsikan di tahun ini. Dikarenakan masih ada sedikit masalah terkait status lahan.

“Tadi (kemarin) sudah koordinasi dengan PRKP, katanya itu TPU Arbes sudah selesai. Hanya tersisa proses balik nama terkait lahan itu. Memang ini sudah sangat lama dari tahun 2009 sudah dikerjakan. Maka itu nanti kita akan undang PRKP untuk pertanyakan itu. Kita akan lihat juga soal status lahannya. Sehingga TPU Arbes ini bisa dipercepat untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
Taha berharap, jelang akhir kepemimpinan Walikota Ambon dan Wakil Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dan Syarif Hadler di tahun 2022 mendatang, TPU Arbes dapat difungsikan. Sehingga masyarakat tidak kesulitan untuk menguburkan jenazah.

“Kita harap, di akhir masa jabatan pak Richard dan pak Syarif ini, persoalan TPU ini bisa selesai. Yakni sudah harus difungsikan untuk masyarakat. Jangan lagi ada masalah-masalah lain. Semoga bisa seperti itu,” harapnya. (UPE)

Comment