by

101 Lansia Gagal Divaksin

Ambon, BKA- Dari total 107 lanjut usia (lansia) yang terdaftar untuk mengikuti vaksinasi tahap II oleh Kelurahan Honipopu, kecamatan Sirimau, hanya 15 lansia yang hadir. Namun dari 15 lansia itu, hanya 6 lansia yang berhasil divaksinasi.

Ratusan lansia ini, terdiri dari warga yang bermukim di kawasan Jalan Baru dan seputaran Belakang Masjid Raya (Belmesra) Al Fatah. Seluruh lansia ini sebelumnya sudah terdaftar di Kelurahan Honipopu. Namun dikarenakan minimnya sosialisasi vaksinasi Covid-19 bagi para lansia, sehingga hanya 15 lansia yang datang untuk mengikuti vaksinasi tersebut.

Pantuaun koran ini, sekira pukul 10.00 WIT, proses pemeriksaan kesehatan terhadap 15 lansia tersebut mulai dilakukan. Proses penyuntikan vaksinasi Covid-19 ini, dipusatkan di Posyandu Kelurahan Honipopu di kawasan Belmesra. Program ini, dilakukan untuk membantu pemerintah dalam memutus penyebaran Covid-19.

Hanya saja dari 15 lansia itu, hanya 6 yang berhasil di vaksinasi. Sementara 9 lansia lainnya, tidak dapat divaksin karena memiliki penyakit bawaan.
Mughtar, salah satu lansia Lurah Honipopu yang telah divaksinasi, menghimbau agar para lansia lainnya tidak takut mengikuti program vaksinasi Covid-19.

“Sebelum divaksin kan akan di lakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Ditanya ada penyakit bawaan atau tidak. Kemudian juga akan di tensi darah. Kalau darah rendah atau tinggi, berarti belum bisa di vaksin. Jadi bagi lansia lainnya, jangan takut untuk divaksin,” pesan Mughtar, kepada koran ini, Rabu (3/3).

Kepala Lurah Honipopu, Novriel Yusuf menjelaskan, alasan sebagian besar lansia yang tidak datang untuk menjalani penyuntikan vaksin, lantaran tidak adanya sosialisasi dari pihak lurah.

“Info awal itukan yang divaksin usianya itu mulai dari 18-59 tahun. Nah tiba-tiba berubah arahan dari pemerintah pusat, bahwa vaksin untuk lansia sudah ada. Dan sudah siap disalurkan ke masing-masing daerah. Makanya kita tidak ada persiapan sosialisasi kepada warga lansia,” terang Novriel.

Ia mengaku, akan melakukan kerjasama dengan pihak puskesmas untuk memberikan sosialisasi vaksin kepada setiap warga yang datang melakukan pemeriksaan. Terlebih pada lansia, agar pemberian vaksin berikutnya dapat dihadiri seluruh lansia yang ada. (BKA-2)

Comment