by

11 Saksi Korupsi Bandara Banda Neira Digarap

Tim penyelidik Cabang Kejaksaan Negeri Ambon di Banda Neira, terus membongkar kasus dugaan korupsi pembangunan pekerjaan Bandara Banda Neira.

Kepala Cabang Kejari Ambon di Banda Neira, Ardian Junaedi, mengatakan, sejak kasus ini dilakukan penyelidikan, sudah 11 saksi yang diperiksa oleh gabungan tim penyelidik yang menangani kasus ini.

“Sudah 11 saksi kita periksa. Ini kita lakukan untuk membuka kasus ini secara terang benderang,” ujar Ardian, Minggu (18/7).

Menurutnya, terhadap perkara ini, total 13 saksi yang akan diperiksa.
Sehingga masih tersisa dua saksi yang belum diperiksa, yakni, saksi ahli dan saksi fakta.

“Masih tersisa dua saksi. Satu ahli dan satu saksi fakta,” tandas Ardian.

Sumber penyidik di Kejari Ambon mengaku, terhadap kasus dugaan korupsi pekerjaan pembangunan Bandara Banda Neira, tidak lama lagi akan dilakukan ekspos penetapan tersangka.

“Tidak lama lagi sudah penetapan (tersangka) itu. Karena saksi tinggal tersisa dua orang saja. Kalau selesai periksa, bukti jaksa kuat, langsung gelar perkara untuk naik status penyidikan. Setelah itu langsung penetapan tersangka,” tandas sumber itu menolak namanya di korankan.

Sebelnya, dua terpidana yang dijerat dalam kasus ini, Sijane Nanlohy dan Marthen Philipus Parinussa, serta pelaksana proyek, Welmon Rikumahu, diperiksa beberapa hari lalu, kini jaksa penyelidik beralih menggarap mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek bandara Banda Neira, Pertrus Marina.

Kepala Cabang Kejari Ambon di Banda Neira, Ardian Junaedi, mengatakan, Petrus Marina diperiksa dalam kapasitas selaku PPK proyek Bandara Banda Neira.

“Saksi diperiksa sejak pukul 11.00 Wit-15.00 WIT. Dia diperiksa jaksa penyelidik Eko Nugroho di ruang pidsus Kejari Ambon,” jelas Ardian, Kamis (15/7).

Menurutnya, dari sejumlah pertanyaan yang diajukan kepada saksi yang kini menjabat Kepala Seksi di Bandara Makassar ini, semuanya seputaran tugas dan tanggungjawabnya selaku PPK Proyek Bandara Banda Neira.
“Saksi dicecar dengan puluhan pertanyaan,” imbuhnya.

Menurut jaksa dengan pangkat satu bunga melati ini, pemeriksaan terhadap perkara Bandara Banda Neira terus berlangsung. Sebab ada indikasi kuat, kasus ini akan ditingkatkan ke penyidikan.

“Dalam penyelidikan ini, kita masih periksa sejumlah saksi. Pada intinya bukti-bukti kita kuat untuk menaikan status kasus ini penyidikan (sidik),” tandasnya.

Data yang dihimpin Beritakota Ambon, proyek yang dikerjakan tahun 2014 lalu ini, total anggarannya sebesar Rp 2 miliar lebih, yang dikerjakan PT Parama Andika Raya milik terpidana Sijane Nanlohy.

Akan tetapi, dalam realisasi pekerjaan, terpidana Sijane, menyuruh terpidana Marthen Philipus Parinussa untuk mengerjakan proyek tersebut.

Selanjutnya, Parinussa bekerjasama dengan saksi Welmon Rikumahu. Kemudian dalam pekerjaan di lapangan, yang turun dan bekerja di lapangan adalah Welmon Rikumahu.

Sehingga dari duit negara Rp.2 miliar lebih itu, dicairkan melalui Sijane Nanlohy sebagai Direktris perusahan. Kemudian Sijane menyerahkan uang sebesar Rp.1 miliar lebih kepada Marthen Parinusaa, selanjutnya Parinussa menyerahkan sebagaian kepada saksi Welmon.

Dalam kasus ini, kejaksaan Cabang Negeri Ambon di Banda Neira akan terus menggali bukti-bukti akurat dari sejumlah saksi. Pasalnya, kasus ini belum diungkap tuntas sejak mantan kepala Cabang yang lama.(SAD)

Comment