by

11 SMP di Ambon Siap PTM

beritakotaambon.com – Dari puluhan Sekolah Menengah pertama (SMP) di Kota Ambon, sudah ada 11 SMP yang siap menerapkan metode Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Berbagai persyaratan yang diwajibkan, sudah dikantongi Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon lewat Dinas Pendidikan.

Belasan SMP tersebut diantaranya SMP 2, SMP 3, SMP 4, SMP 6, SMP 8, SMP 9, SMP 13, SMP 18, SMP Santo Andreas, SMP Kalam Kudus Ambon, dan SMP Kristen Ambon. Belasan sekolah ini dianggap siap terapkan PTM.

“Kesiapan pembelajaran tatap muka khusus SMP, sampai hari ini sudah 11 Sekolah yang siap. Seluruh persyaratan untuk terapkan pembelajaran tatap muka telah dipenuhi,” terang Plt Kepala Dinas Pendidikan Ambon, Jhon Sanders, Rabu (3/11).

Baca juga: Pemkab Buru Gelar Pisah Sambut Kadisdikbud

Jhon mengaku, dirinya akan membuat telaah bagi belasan SMP tersebut, untuk diberikan kepada Walikota Ambon, Richard Louhenapessy. Guna mendapatkan pertimbangan agar bisa menerapkan metode PTM.

“Saya akan siapkan telaah kepada pak Walikota, untuk mendapatkan pertimbangan dari Pak Walikota, agar kita memulai pelaksanaan proses pembelajar tatap muka. Karena tentunya kami akan lakukan simulasi,” bebernya.

Sebelum PTM dilakukan, lanjut dia, harus lebih dulu dilakukan simulasi terhadap 11 Sekolah tersebut. “Proses ini harus di tempuh, agar pembelajaran tatap muka kedepan bisa berjalan aman dan lancar,” sebut Jhon.

Disinggung kapan simulasi dilakukan, Jhon juga mengaku, pihaknya akan menunggu petunjuk dari Walikota Ambon. “Kita berikan telaah ke Pak Walikota dulu, setelah itu nanti kita akan mendengar petunjuk lebih lanjut dari Pak Walikota,” imbuhnya.

Baca juga:
Bulan Bahasa, SMA Kristen Saumlaki Gelar Beragam Lomba

Ia menambahkan, meskipun PTM sudah bisa dilakukan, tetapi metode pembelajaran lewat Dalam Jaringan (Daring) masih perlu diterapkan. “Tetap daring masih dilakukan, itu akan diimbangi dengan pembelajaran secerah offline, ” tutupnya.

Sekedar tahu, persyaratan untuk PTM di gedung sekolah yang paling prioritas adalah, guru dan siswa diharuskan sudah divaksin 80 persen. Selain itu, berkaitan dengan sarana prasarana protokol kesehatan harus ada di Sekolah. Hal ini untuk hindari kluster baru. (IAN)

Comment