by

14 Pasangan Ikut Nikah Massal di Ambon

Ambon, BKA- Sebanyak 14 mempelai di kota Ambon, ikut program nikah massal yang digagas Ketua DPRD Kota Ambon, Elly Toisuta. Belasan pasangan pria dan wanita jemaat Bethel ini, dinikahkan secara gereja dan catatan sipil, di gereja Josef Kam, Belakang Soya, Kecamatan Sirimau, Ambon, Sabtu (24/4).

Prosesi nikah massal ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan, mengingat kota Ambon masih dalam pandemi Covid-19.
Ketua DPRD Kota Ambon, Elly Toisuta mengatakan, ini merupakan program kedua yang dilakukan. Dimana sebelumnya ada 34 pasangan di tahun 2020 yang dinikahkan secara massal di gereja Rehobot, Kecamatan Nusaniwe.

“Program nikah massal ini merupakan kedua kalinya berlangsung baik. Sebanyak 14 pasangan yang telah dinikahkan secara gereja dan catatan sipil. Semoga tahun berikutnya, bisa berjalan sesuai rencana, karena tiap tahun akan saya lakukan,” terang Toisuta, kepada wartawan.

Nikah massal ini dilakukan, sebut Toisuta, karena banyak pasangan pria dan wanita yang ingin menikah, namun masih memiliki keterbatasan anggaran.

“Sebagai wakil rakyat saya melihat, pernikahan bagi kita yang punya uang mungkin bisa saja dilaksanakan secara mewah. Tapi faktanya dihadapi masyarkat Ambon, bahwa nikah massal menjadi kebutuhan. Karena banyak pasangan yang hidup bersama-sama dan sudah punya anak, tapi secara agama dan negara belum dilegalkan. Sehingga saya melihat program ini sangat baik untuk mengurangi beban masyarakat yang memang membutuhkan,” terangnya.

Disinggung terkait program nikah massal untuk masyarakat Muslim, Toisuta mengaku, hal tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat. Dimana panitia yang disiapkan akan mulai melakukan pendataan bagi pasangan yang kurang mampu untuk melangsungkan pernikahan yang sah secara agama dan diakui negara.

“Untuk Muslim, ini sementara dijajaki. Inshaa Allah bisa dilaksanakan dalam waktu dekat untuk perninkahan massal secara Muslim di kantor agama Islam. Semoga ini juga menjadi perhatian semua stakeholder untuk melihat ini sebagai sesuatu yang harus diluruskan, bahwa program ini sangat baik untuk diangkat di permukaan masyarakat,” pintanya.

Ketua PDK Kosgoro 1957 Maluku ini menambahkan, untuk proses pendaftaran nantinya lewat RT/RW setempat. Yakni lewat panitia, akan membantu para pasangan untuk melengkapi seluruh kekurangan administrasi yang diperlukan.

“Prosesnya mulai dari pendataan, pembagian formulir lewat RT. Dan kami punya panitia yang siap membantu. Misalnya yang belum punya KK atau KTP, itu bisa diselesaikan sebelum waktu pendataan berlangsung atau sebelum dinikahkan secara gereja atau sipil. Ini hal positif, dan sangat membantu. Jangan anggap ini hal yang negatif, Karena faktanya mereka merasa terbantu. Dan kita juga berencana ke gereja hative kecil nantinya,” tutup Toisuta. (UPE)

Comment