by

149 Warga Sanleko dan Marloso Terima BLT Tahap II

Ambon, BKA- Warga Desa Sanleko dan Desa Persiapan Marloso, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, kembali menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD).


Penyerahan BLT tahap II bulan 2 dan 3 tahun 2020 itu dilakukan secara simbolis oleh Camat Namlea, Latif Effendi, dan para pimpinan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Namlea, di Aula Kantor Desa Sanleko dan Tempat Pertemuan Kantor Desa persiapan Marloso, Rabu (4/11) lalu.

BLT tersebut diberikan kepada 149 Kartu Keluarga (KK), dengan besaran Rp 600.000 per dua bulan.

Pembagian BLT tersebut turut disaksikan Perwakilan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Buru, yang juga melakukan sosialisasi tentang perlindungan perempuan dan anak oleh Ketua P2TP2A dan beberapa anggotanya.

Sementara itu, Camat Namlea, Latif Effendi, dalam sambutannya, menghimbau masyarakat penerima BLT agar memanfaatkan bantuan itu dengan sebaik mungkin, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah pandemi Covid-19.

“Semoga bapak ibu penerima manfaat dapat digunakan dengan sebaik mugkin. Sudah sering saya katakan, jangan menilai kecil besarnya bantuan yang diterima, tapi ini adalah merupakan rasa kepedulian pemerintah kepada bapak ibu yang ada di Desa Sanleko dan Desa persiapan Marloso di tengah pandemi Covid-19. Serta selalu mengedepankan protokol kesehatan, dengan cara mengutamakan perilaku hidup bersih dan sehat,” ucapnya.

Selain itu, orang nomor satu di Kecamatan Namlea itu juga meminta masyarakat untuk menjaga kondisi keamanan dan ketertiban atau Kantibmas.”Saya selaku Pemerintah Kecamatan bersama Muspika Namlea menghimbau kepada masyarakat, mari sama-sama menjaga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat dengan menghindari segala perbuatan yang dapat merugikan kita semua, seperti perbuatan judi dan minum keras. Karena ini merupakan sumber dari segala kasus yang terjadi,” tandasnya.

Pada kesempatan itu juga, Kapolsek Namlea, Iptu Handry Dwi Azhari, menambahkan, agar masyarakat terutama para penjual miras alias sopi dan perjudian, segera menghentikan aktivitasnya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Kita semua dan saya berharap kepada bapak ibu semua dapat membantu kami. Disini ada saya dan juga pak Camat dan pemerintah desa. Karena kerjasama kita semua berarti dapat mengatasi segala bentuk kajahatan disekitar kita,” tegasnya.(MSR)

Comment