by

15 Januari, Maluku Lakukan Vaksin Covid-19 Serentak, Empat Kabupaten Menunggu Persiapan

Ambon, BKA- Secara nasional, vaksinasi vaksin Covid-19 akan dilaksanakan serentak pada 13 Januari. Namun khusus untuk Provinsi Maluku, hal itu akan dilakukan pada 15 Januari.

Namun rencana vaksinasi serentak di Maluku itu belum tentu bisa diikuti oleh 11 kabupaten/kota yang ada. Setidaknya ada empat kabupaten/kota yang belum bisa melaksanakan hal itu.

Diantaranya, Kota Ambon yang maih dalam proses persiapan, kemudian Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku Tenggara (Malra), serta Seram Bagian Barat (SBB). Sementara tujuh kabupaten/Kota lainnya sudah sesuai standar untuk melaksanakan vaksinasi vaksin Covid-19.

“Semua daerah diharapkan bisa melakukan vaksin Covid-19. Tapi tadi, menurut laporan yang kami terima, baru tujuh kabupaten kota yang baru bisa melaksanakan. Karena memang disyaratkan masing-masing Dinas Kesehatan (Dinkes) membuat SK penunjukan fasilitas kesehatan yang boleh melakukan vaksinasi. Tapi tadi baru dapat informasi, baru tujuh kabupaten. Sisanya masih dalam proses untuk meng-SK-kan fasilitas kesehatan yang boleh melakukan vaksin,” ujar Juru Bicara (Jubir) Tim Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Dr. Doni Rero, kepada awak media, dilantai 7 Kantor Gubernur, Selasa (5/1).

Sebelumnya, dia mengungkapkan, sudah terdapat 15.120 vaksin Covid-19 di Kota Ambon, Provinsi Maluku. Karena jumlahnya terbatas, maka proses vaksinasi tahap awal akan dilakukan kepada tenaga kesehatan. Tahap kedua akan melibatkan TNI/Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan yang memberikan pelayanan publik.

Sementara untuk masyarakat, katanya, baru akan dilakukan pada April 2021 hingga tahun 2022 mendatang. Karena sesuai rencana, vaksinasi vaksin Covid-19 akan dilakukan secara bertahap.

Namun sejauh ini, berdasarkan informasi dari beberapa Dinkes kabupaten, masih terdapat beberpa kendala. Sehingga Satgas Covid-19 Provinsi Maluku akan ikut membantu menyelesaikan masalah tersebut. Misalnya masalah fasilitas penyimpanan vaksin atau Gravity Field and Steady-State Ocean Circulation Explorer (GOCE), karena fasilitasnya harus pada suhu 2 hingga 8 derajat Celsius.

“Sebab itu yang nanti akan menjadi pertanyaan pada teman-teman yang ada di Puskesmas, apakah fasilitas yang ada di puskesmas yang ada sudah memenuhi standar apa belum?” katanya.

Selain itu, lanjut Doni, tidak semua puskesmas atau fasilitas kesehatan bisa memberikan pelayanan vaksinasi. Tapi harus yang sudah terdaftar, dengan memiliki syarat-syarat yang telah diatur. Misalnya, memiliki tenaga kesehatan yang bisa melakukan vaksinasi yang sudah terlatih dan memiliki fasilitas GOCE dan alur rantai dingin yang memadai.

Doni juga menjelaskan, batas usia yang bisa divaksin, yaitu, 18 hingga 59 tahun. Meski nantinya usianya sudah memenuhi syarat, namun memiliki penyakit tertentu, maka tidak bisa divaksin.

“Jadi karena keterbatasan vaksin, maka yang didahulukan tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan juga bisa dibatasi usianya, dari 18 hingga 69 tahun. Itu pun tidak semua sesuai dengan syarat-syarat yang ada. Misalnya, ada penyakit bawaan atau komorbid. Tetapi memang tidak semua penyakit komorbid tidak bisa di vaksin, misalnya, komerbit seperti saya yang gemuk seperti ini, bisa saja divaksin,” pungkasnya. (RHM)

Comment