by

2021 Wanareja Akan Bangun Wisata Desa

Ambon, BKA- Sempat tertunda akibat wabah Covid-19, Pemerintah Desa (Pemdes) Wanareja, Kecamatan Waeapo, bertekad untuk melanjutkan program membangun infrastruktur wisata desa di tahun anggaran 2021 mendatang.

Penjabat Kepala Desa (Kades) Wanareja, Ahmad Ansori, mengungkapkan, sebenarnya program itu akan dijalankan pada 2020 ini. Tapi karena sebagian anggaran Dana Desa (DD) dialihkan untuk penanganan Covid-19. Misalnya, Bantuan Langsung Tunai (BLT) DD untuk membantu masyarakat yang terkena dampak wabah tersebut, sehingga program itu ditunda hingga 2021.

Bukan hanya masalah anggaran, di masa pandemi Covid-19, masyarakat juga dilarang untuk berkerumun. Sehingga Pemdes Wanareja berkesimpulan untuk menunda program itu.

Memang akuinya, bukan hanya program desa wisata yang menjadi prioritas. Tapi masih ada sejumlah program unggulan lainnya, yang akhirnya tertunda karena pandemi Covid-19.

“Sebenarnya diawal tahun 2020, kita sudah mau bergerak. Karena pada tahun 2019, kita sudah fokuskan dibeberapa perencanaan. Hanya dalam perjalanannya, ketika kita sudah memasuki tahun anggaran 2020, ada pandemi Covid-19. Akibat wabah ini, menghambat kegiatan-kegiatan yang seyogyanya memang kita sudah jalankan anggarannya di tahun 2020,” terang Ahmad, kepada Beritakota Ambon, Selasa (22/12).

Untuk program desa wisata, jelasnya, Pemdes Wanareja akan fokus pada untuk agropolitan pertanian. Yakni, membuat arena gelar panen raya, yang didalamnya ada wahana permainan dan sebagainya.

“Ya karena dampak dari Covid-19 ini, sehingga kita tidak bisa melangkah di tahun anggaran 2020. Insya Allah kita akan lanjutkan kembali di tahun anggaran 2021,” sambungnya.

Untuk itu, dia terus berupaya untuk melakukan langkah pencegahan terhadap berkembangnya virus tersebut di Desa Wanareja. Seperti, menghimau masyarakat untuk mematuhi prokol kesehatan, demi pencegahan penyebaran virus corona di Desa Wanareja. Termasuk membentuk tim Relawan Satgas Covid-19 di desa tersebut.

“Alhamdulillah, syukur kita semua sudah bisa jalankan berbagai himbauan, termasuk kegiatan pemerintah desa untuk melakukan penyemprotan disinfektan guna pencegahan, dalam hal ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ada juga pengadaan masker, Kemudian juga penyediaan sarana air bersih, dan juga hand sanitizer, dan juga untuk kegiatan-kegiatan lainnya,”pungkas Ahmad. (MSR)

Comment