by

24 Calon Tamtama TNI-AD di MBD Reaktif

Ambon, BKA- Ratusan pemuda Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) ikut mendaftar sebagai calon tamtama (catam) TNI-AD di Kota Tiakur.

Setelah mengikuti proses pentahapan seleksi administrasi, calon tamtama kemudian melakukan rapid test anti bodi, 16 Maret 2021, sebagai salah satu persyaratan berangkat ke Ambon, Rabu (17/3), untuk mengikuti tahapan seleksi.

Namun dari hasil rapid test anti bodi tersebut, sebanyak 24 peserta seleksi Catam TNI-AD Kodim 1511/Pulau Moa, dinyatakan dinyatakan reaktif Covid-19.

“Kemarin dilakukan rapid test di RSUD Tiakur. Hasilnya 24 catam reaktif,” ujar sumber yang enggan namanya dipublikasi.

Untuk memastikan kondisi kesehatan ke 24 peserta Catam TNI-AD tersebut, kembali melakukan pemeriksaan rapid test antigen di RSUD Tiakur, dengan pendampingan Anggota Kodim 1511/Pulau Moa, Rabu (17/3).

“Benar ada 24 calon tamtama yang reaktif kemarin. Namun baru saja mereka selesai ikut pemeriksaan rapid antigen. Hasilnya semua negatif,” jelas Dirut RSUD Tiakur, dr. Jimmy Sindahani, saat dihubungi media ini.

Dirinya menyebutkan 24 calon tamtama tersebut bisa kembali meneruskan proses pentahapan tes seleksi, karena secara kesehatan semua dalam keadaan baik.

Pasipers kodim 1511/Pulau Moa, Letda Caj Ngatiman, selaku ketua tim yang melaksanakan tes awal terhadap casis catam gelombang I 2021, ketika dikonfirmasi, membenarkan kalau 24 Calon Tamtama tersebut dinyatakan reaktif, saat melakukan tes rapit tes anti bodi.

“Benar, 24 orang reaktif setelah hasil tes anti bodi keluar. Itu karena persiapan kami Kodim 1511/Pulau Moa terhadap semua calon tamtama, dan mungkin mereka cape sehingga anti bodi mereka menurun, maka bisah reaktif” paparnya.

Namun berselang satu hari kemudian, 24 calon tamtama TNI-AD melakukan rapit tes anti gen ulang. Hasilnya, semuanya dinyatakan negatif.

“Alhamdulillah, ketika mereka tes rapit anti gen, dinyatakan negatif. Maka dari sisi medis, mereka sehat dan bisah diberangkatkan ke Ambon untuk melakukan seleksi pentahapan berikutnya pada KOREM 151/Binaiya,” pungkasnya. (BTA)

Comment