by

24 Desa di Buru Disambangi Jaringan 4G Tahun 2021

Ambon, BKA- Tak hanya membangun infrastruktur fisik, Bupati Buru, Ramly Umasugi, juga berkomitmen untuk membangun infrastruktur telekomunikasi berbasis jaringan 4G untuk masuk ke semua desa yang ada di Kabupaten Buru.

Hal tersebut terlihat saat Bupati Ramly menerima kunjungan pihak Telkomsel yang berkoordinasi terkait proyek USO Bakti Merah Putih, di ruang kerjanya, Selasa (10/11).

Hadir dalam pertemuan ini, Bupati Buru, Ramly Umasugi, didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskonfo) Buru, Gatot Sumarto, dan beberapa kepala SKPD, General Manager Network Operation and Quality Management Telkomsel Maluku dan Papua, Adi Wibowo, dan Manager Network Service Telkomsel Cabang Ambon, Wayang Widastra, serta beberapa jajarannya dari Telkomsel.


“Kami ketemu dengan pak bupati dalam rangka meminta arahan dari beliau, terkait dengan jaringan Telkomsel dan layanan kami yang ada di Pulau Buru. Disini kami ada 52 set yang sudah dilengkapi dengan teknologi 4G yang tidak kalah dengan kota-kota besar. Dan kami tadi sudah melakukan video conference (vidcon) untuk acara pahlawan, dan alhamdulilah lancar, tidak ada kendala,” kata General Manager Network Operation and Quality Management Telkomsel Maluku dan Papua, Adi Wibowo.

Dia berharap, dalam beberapa hari ini, pihaknya kedepannya akan keliling Pulau Buru untuk mencari daerah-daerah yang masih kurang layanannya, untuk kedepannya dapat ditingkatkan.

“4G sudah semua, sudah kami implementasi ke semua set kami yang ada di Pulau Buru, dengan kualitas jaringan broadband yang siap mendukung untuk aktivitas vidcom maupun untuk pembelajaran jarak jauh untuk pendidikan,” ujarnya.

Kata dia, jadi 24 desa yang akan menerima pembangunan tower 4G itu atas usulan bersama Pemerintah Kabupaten Buru. “Kita mengusulkan untuk penambahan kapasitas jaringan ke pemerintah dengan proyek USO untuk daerah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal), salah satunya khususnya untuk percepatan pembangunan Indonesia Timur. Ada 24 desa yang sudah masuk ke Bakti Kominfo pak, harapannya tahun depan moga-moga bisa kita implementasikan,” terangnya.

Manager Network Service Telkomsel Cabang Ambon, Wayang Widastra, menambahkan, saat ini pihaknya masih menyisir potensi daerah mana saja yang akan dikembangkan di Kabupaten Buru.

“Kita sekarang lagi mencari potensi-potensi baru, apalagi di Kabupaten Buru ini sudah semua terkaver 4G ya, jadi kalau ada memang blind spot sudah kita kolaborasi dengan Dinas Kominfo Buru untuk usulan proyek uso, jadi kedepannya kita pingin Kabupaten Buru semua terkaver baik dari sisi komunikasinya lebih lancar,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Ramly Umasugi, mengatakan, 24 desa yang akan mendapatkan tower 4G ini, tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang pernah ditandatangan di Bali untuk program merah putih.

“Jadi merah putih itu akan mengisi wilayah-wilayah masih tergolong blind spot dan alhamdulillah syukur, kita di Kabupaten Buru ini sudah hampir semua desa itu sudah ada jaringan 4G itu dari Telkomsel,” ungkapnya.

“Kemudian juga dari Bakti Kominfo itu juga akan masuk di semua wilayah pesisir dan desa-desa di pedalaman, di tahun 2021 itu kita ada mengusulkan 24 desa untuk mendapatkan bantuan tower Bakti Merah Putih dan 34 untuk akses internet,” sambungnya.

Orang nomor satu di Pemkab Buru ini menambahkan, 24 desa itu rata-rata di desa-desa pedalaman dan desa pesisir yang masih blind spot. “Biasanya itu dia turun dipertengahan tahun, seperti tahun ini kan ada empat tower, itu untuk jaringan 4G untuk Desa Namlea Ilath, Seith, Waprea dan Kaki Air,” bebernya.

Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskonfo) Buru, Gatot Sumarto, menambahkan, 24 titik itu sudah kirim datanya ke Bakti dalam hal kementerian Kominfo. “Ini sesuai arahan pak bupati dan pengusulan kami dari Pemda Buru untuk daerah blind spot sebanyak 24 titik,” pungkasnya. (MSR)

Comment