by

241 Mahasiswa Ikut Vaksinasi Presisi On Kampus

AMBON-BKA, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Maluku bekerja sama dengan Polda Maluku, menggelar Vaksinasi Presisi On Kampus, Kamis(28/7).

Kegiatan yang digelar di Politeknik Negeri Ambon tersebut berhasil melibat 241 mahasiswa.

Ketua PMII Wilayah Maluku, Inda Ulfa Mansyur, mengungkapkan, sebelumnya yang mendaftar untuk mengikuti vaksinasi dikegiatan itu sebanyak 255 mahasiswa.

Baca: Kelas Satu Perlu Luring

Dari jumlah tersebut, katanya, terdapat empat mahasiswa yang tidak dapat divaksin, karena alasan kesehatan. Selain itu, 10 mahasiswa lainnya yang mendaftar untuk vaksin tahap II, belum mencukupi jarak waktu 28 hari dari vaksin tahap I.

“Target vaksinasi hari ini sebanyak 255 orang, namun 14 orang tidak jadi divaksin dengan alasan kesehatan dan jarak vaksinasi,” ungkapnya.

Ia mengatakan, kegiatan ini dilakukan bukan sekedar mendukung program pemerintah, tapi kepentingan kesehatan masyarakat, termasuk mahasiswa.

“Vaksin ini dilakukan agar imun kita lebih mengenal virus corona, sehingga ketika terpapar, akan mempercepat proses penyembuhan. Selain itu, juga untuk mencapai herd immunity, agar kita bisa beraktifitas seperti sedia kala,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Ambon, Dedy Mairuhu, mengatakan, target gelaran vaksinasi Presisi On Kampus adalah sebanyak-banyaknya, sesuai dengan target Polda Maluku, bahwa dalam 1 hari harus lebih dari 1000 orang yang divaksin.

“Tadi pak Kapolda katakan, pada Agustus nanti, target vaksinasi akan naik 2 kali lipat,” jelasnya.

Baca juga:
SMA Kartika Bagikan Modul Belajar

Untuk mencapai target vaksinasi, Mairuhu mengatakan, telah sepakat dengan Kapolda Maluku agar dalam waktu dekat akan menggelar vaksinasi di Poltek Negeri Ambon. Sehingga semua bisa divaksin, termasuk masyarakat umum.

“Kami berterima kasih untuk mahasiswa kita dari PMII, yang sudah berinisiatif bekerja sama dengan Polda untuk vaksinasi ini. Itu sangat luar biasa sekali, karena sesuai dengan tujuan kita agar semua orang bisa divaksin, mahasiswa maupun dosen, dan terbuka untuk masyarakat biasa juga,” tutupnya (MG-2)

Comment