by

3.031 Peserta UTBK Mandiri Unpatti Ikut Seleksi

Ambon, BKA-  Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon menggelar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) bagi 3.031 calon mahasiswa baru yang mendaftar melalui jalur mandiri tahun 2020.

Kepala Biro (Karo) Akademik Unpatti Ambon, Daniel Nanuru, mengungkapkan, pelaksanaan UTBK tersebut akan digelar selama empat hari, yakni, 26 hingga 29 Agustus. Setiap hari, pelaksanaannya dibagi dalam empat sesi, mulai pagi hingga sore.

Ada sejumlah gedung yang digunakan pada pelaksanaan UTBK tersebut, yakni, gedungUunit Pelaksana Teknis Teknologi Informasi dan Komunikasi hingga UPT TIK, Laboratorium Fakultas Hukum, Laboratorium Komputer Fakultas Kedokteran, Laboratorium Komputer Fakultas KIP, serta Laboratorium Komputer Fakultas MIPA.

“Jadi mulai besok (hari ini) akan dimulai pelaksanaan UTBK mandiri hingga tanggal 29. Sesuai rencana awal, itu akan ada empat shiff perhari di lima gedung yang biasa dipakai. Untuk diketahui, UTBK mandiri ini bukan saja dilakukan di Unpatti, tapi juga di Tual, Aru, Tanimbar, juga MBD. Jadi, disemua lokasi pelaksanaannya serentak,” ujar Nanuru, Selasa (25/8).

Menurutnya, penyelenggaraan UTBK mandiri tahun 2020 Unpatti ini dapat terlaksana atas rekomendasi Gugus Tugas (Gustu) Kota Ambon nomor 235GTPPT19/T19/M/2020, yang mengijinkan adanya UTBK mandiri secara tatap muka, dengan syarat, harus memperhatikan protokoler kesehatan secara maksimal.

“Yang diarahkan oleh Gustu itu adalah tempat pelaksanaan UTBK mandiri selalu bersih dan steril. Kemudian pengecekan suhu tubuh bagi setiap petugas maupun peserta seleksi, menggunakan masker, serta mancuci tangan sebelum dan sesudah mengikuti seleksi. Pada rekomendasi itu, tidak menyinggung harus menggunakan surat keterangan rapid tes non reaktif,” ucapnya.

Padahal, ungkapnya, pada rekomendasi sebelumnya, Pemkot Ambon memintakan agar semua peserta UBTK mandiri harus melampirkan surat keterangan rapid tes non reaktif.

Akibat rekomendasi tersebut, katanya, pihak Unpatti Ambon kemudian mengintruksikan agar semua peserta melakukan tes rapid, guna bisa mendapatkan surat keterangan rapid tes non reaktif.

Tapi akhirnya, rekomendasi itu berubah. Hal itu menyebabkan para peserta yang sudah memiliki surat keterangan rapid tes merasa dirugikan, karena sudah mengeluarkan biaya untuk pengurusan surat tersebut.

“Kita berjalan kan sesuai Peraturan Walikota (Perwali) Kota Ambon, yang pertama nomor 23 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskalah Besar (PSSB). Itu lalu kemudian khusus untuk Unpatti, jika saat melakukan ujian atau UTBK, peserta harus menggunakan surat keterangan rapid tes non reaktif. Jadi di kartu peserta itu salah satunya adalah surat keterangan rapid tes non reaktif. Tidak tahunya, rekomendasi terakhir tidak mengharuskan adanya keterangan itu. Yang penting, perhatikan protokol kesehatan penanganan Covid -19 di lokasi seleksi. Ini harus kita sampaikan, supaya jangan sampai kita disalahkan, karena ada peserta yang sudah melakukan rapid tes,” bebernya.

Dia berharap, dengan adanya pananganan dan pencegahan Covid-19, semua proses seleksi UTBK mandiri yang dilakukan itu berjalan lancar dan sukses, tanpa penyebaran virus di lingkungan kampus, khusus di 5 lokasi pelaksanaan UBTK.

“Harapan kita semua, khusus peserta UTBK mandiri tetap mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan, untuk mencegah penularan Covid-19 dalam pelaksanaan UTBK nanti,” tutup Nanuru. (LAM)

Comment