by

3.139 Gempa Bumi Guncang Maluku

Ambon, BKA- Sepanjang tahun 2020, Stasiun Geofisika Ambon berhasil memonitoring sebanyak 3.319 kejadian gempa bumi tektonik yang melanda wilayah Maluku dan sekitarnya, dengan berbagai magnitude dan kedalaman.

Beruntung dari ribuan gempa bumi yang terjadi, tidak ada satupun gempa yang berpotensi tsunami. Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) lewat Stasiun Geofisika Ambon, tercatat gempa bumi yang terjadi sepanjang tahun 2020 kemarin didominasi oleh gempa bumi berkekuatan lebih dari 5 magnitude (M 5).

Yakni terdapat 1.562 gempa dengan kekuatan lebih dari M 3, dan 1523 gempa bumi yang kurang dari M 3 dan M5.
“Untuk gempabumi dengan kekuatan kurang dari M 5, tercatat sebanyak 54 kejadian. Dimana magnitudo terbesar yaitu M 6.9 yang terjadi di Laut Banda pada tanggal 6 Mei 2020 dan 21 Agustus 2020,” ungkap Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Ambon, Andi Azhar Rusdin, kepada wartawan lewat rilisnya, akhir pekan kemarin.

Menurut dia, berdasarkan kedalaman, gempabumi yang terjadi di Wilayah Maluku dan sekitarnya didominasi dengan gempabumi dangkal (D < 60 km) sebanyak 2437 kejadian. Kejadian gempa bumi dengan kedalaman menengah (60 km = D < 300 km) sebanyak 610 dan 92 gempabumi dalam dengan D = 300 km. “Berdasarkan laporan instansi terkait serta masyarakat, terdapat 138 gempa bumi dirasakan sepanjang tahun 2020. Dimana terdapat 1 kejadian gempabumi merusak pada tanggal 8 Februari 2020 dengan M 5.4 yang terjadi di Utara Kobisonta, Maluku Tengah yang mengakibatkan puluhan bangunan mengalami kerusakan,” beber Andi. Ditambahkan, dari peta seismisitas gempabumi wilayah Maluku dan sekitarnya pada tahun 2020, terlihat wilayah Pulau Ambon, Pulau Seram Bagian Barat dan Utara serta Laut Banda bagian Selatan merupakan wilayah dengan tingkat keaktifan gempabumi (seismisitas) tinggi. “Diharapkan agar masyarakat tetap mengikuti informasi gempa bumi dari BMKG, agar dapat menghindari informasi hoaks terkait informasi gempa yang terjadi di Maluku atau sekitarnya,” himbau Andi. (UPE)

Comment