by

3 ASN Kasus Taman Kota Akan Diberhentikan Sementara

beritakotaambon.com – Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) tersangka kasus dugaan korupsi Taman Kota Ambon Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), akan diberhentikan sementara.

Tiga ASN tersebut, yakni, mantan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) KKT, Adrianus Sihasale, bersama dua ASN lainnya, yaitu, Wilma Lada/P dan Frangky Y. Pelamonia.

Langkah itu, akan dilakukan BKSDM KKT setelah menerima surat penetapan tersangka dari pihak Kejati Maluku terhadap ketiganya.

“Pemda KKT melalui Biro Hukum telah menyurati pihak Kejati Maluku, untuk memintah surat penetapan tersengka terhadap tiga ASN dugaan kasus korupsi taman kota Saumlaki, sehingga kita bisah mengeluarkan surat pemberhentian sementara dari ASN,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) KKT, Yohanis Batseran, di ruang kerjanya, Sabtu (28/8).

Menurutnya, ketiga ASN itu kini berstatus tersangka. Saat ini mereka tengah ditahan dan menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Ambon.

Baca juga: Berkas Korupsi DLHP Dipercepat Naik Sidang

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 53 Tahun 2010 tentang displin PNS, dan Peraturan Pemerintah Nomor: 17 Tahun 2020 tentang manajemen PNS, maka aparatur yang berstatus tersangka dan ditahan harus diberhentikan sementara sebagai ANS.

“Aturan memungkinkan diberhentikan sementara dan sedang kita proses,” tegasnya.

Ketika telah dikeluarkan surat pemberhentian sementara, terang Batseran, maka sesuai dengan aturan yang berlaku, hak ketiga ASN itu akan dipotong sebesar 50 persen dari dasar gaji.

“Kita menunggu hasil keputusan PN nanti. Jika yang bersangkutan diputuskan diatas dua tahun, maka akan diberhentikan secara tidak terhormat sebagai ASN, dan hak-hanya tidak lagi dapat” pungkasnya.(BTA)

Comment