by

3000 Korban PHK Akibat Covid-19

Ambon, BKA- Sekitar 3000 pekerja di Provinsi Maluku kembali menganggur, akibat korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan sejumlah perusahaan secara sepihak di masa pandemi Covid-19.

Berdasarkan data Dinas Nakertrans Provinsi Maluku, 3000 korban PHK tersebut menambah deretan angka pengangguran di Maluku, karena belum ditambah dengan jumlah pengangguran yang merupakan lulusan SMA sederajat maupun sarjana, yang belum bekerja hingga saat ini.

“Yang di PHK dari perusahaan sudah 3000-an, makanya saya pusing. Makanya saya akan buat terobosan baru bersama BLK Ambon,” ujar Kepala Dinas Nakertrans Provinsi Maluku, Endang Diponegoro, Kamis (25/2).

Dalam upaya untuk mengatasi masalah pengangguran tersebut, katanya, Dinas Nakertrans Maluku bersama BLK untuk memaksimalkan proses pelatihan bagi seluruh masyarakat, yang ingin menimbah ilmu dan pengalaman di BLK Ambon. Sehingga selesai pelatihan, seluruh alumni BLK dapat kerja, bahkan mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lain.

Selain itu, upaya kerja sama Dinas Nakertrans dengan BLK Ambon dilakukan untuk mempersiapkan berbagai tenaga ahli di Maluku untuk menyambut pengoperasian Blok Masela nanti.

“Jika Blok Masela beroperasi tahun 2027, saya sangat yakin banyak putra putri Maluku ini akan dipekerjakan. Saya jamin itu,” katanya.

Harapan, sekalian himbawan bagi masyarakat yang mempunyai keahlian diberbagai bidang, agar dapat mengikuti seleksi di BLK. Agar lewat ilmu dan pengalaman yang di dapat, mampu dan cepat diterima dunia industri maupun dunia usaha. Sehingga angka pengangguran di Maluku dapat ditekan di masa pandemi Covid-19.

“Saya berharap, dengan pengangguran yang cukup tinggi ini, kita dapat menekan agar angka penmgangguran tidak naik. Tapi kita bisah dan mampuh menekan angka kenaikan,” pungkas Diponegoro.(BTA)

Comment