by

4 Tahun Bui Terdakwa Narkoba

Ambon, BKA- Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon memvonis Soni Kainama terdakwa kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika dengan pidana penjara selama 4 Tahun dalam persidangan yang berlangsung, Selasa (4/8).

Selain pidana badan, terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp.800 juta subsider tiga bulan kurungan.

Pria 24 Tahun ini terbukti melanggar pasal 111 ayat (1) Undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak melawan hukum menyimpan, menguasai narkotika jenis ganja.

Terdakwa juga divonis penjara selama 4 tahun dikurungan selama terdakwa berada dalam masa tahanan,” ungkap ketua majelis hakim dalam amar putusannya yang dipimpin ketua majelis hakim, Feliks R. Wuisan dibantu Jenny Tulak dan Christina Tetelepta sebagai hakim anggota, sementara terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Ronald Salawane.

Vonis terhadap warga Desa Kamarian, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), diketahui lebih ringan daripada tuntutan JPU yang sebelumnya menuntut terdakwa agar dipenjara selama 7 Tahun.

Sebelumnya, JPU Kejaksaan Negeri Ambon menuntut 7 tahun penjara terhadap terdakwa di persidangan yang berlangsung, Selasa akhir Bulan Juli lalu.

Sesuai amar tuntutan JPU, pemuda 24 Tahun ini diancam melanggar pasal 111 ayat (1) Undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Sidang tuntutan tersebut dipimpin ketua majelis hakim Feliks R. Wuisan dibantu Jenny Tulak dan Christina Tetelepta sebagai hakim anggota.

Selain pidana badan, terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp.800 juta subsider enam bulan kurungan.

“Yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung progran pemerintah dalam memberantas narkotika, sedangkan yang meringankan, terdakwa belum pernah di hukum dan mengakui perbuatannya,” jelas JPU Ester Wattimury dalam berkas tuntutannya.

JPU dalam berkas dakwaanya menguraikan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi 25 Januari 2020, sekitar pukul 10.00 WIT tepatnya di kawasan Terminal Mobil Pelabuhan Speedboat Tulehu.

Saat itu, saksi Didin Ense bersama rekan-rekannya yang merupakan anggota Satresnarkoba Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease mendapat informasi dari informan bahwa ada peredaran narkotika di seputaran Speedboat Tulehu yang diduga dilakukan terdakwa.

Setelah mengantongi ciri-ciri terdakwa, petugas kemudian melakukan penyelidikan. Saat itu juga mereka melihat terdakwa sedang berdiri di kawasan TKP.

Kemudian para saksi langsung menangkap terdakwa sambil memperlihatkan surat tugas.

Setelah mengamankan terdakwa, petugas menemukan barang bukti berupa dua paket ganja yang disimpan dalam saku kiri depan celana terdakwa.

Saat diinterogasi lanjut, terdakwa mengakui mendapat barang terlarang itu dari rekannya di Kamarian.

Tidak menunggu lama, petugas kemudian menggerebek terdakwa dan barang buktinya ke kantor Polresta Pulau Ambon untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. (SAD)

Comment