by

4 Tersangka Korupsi Taman Kota Bakal Digarap

Pasca Kejati Maluku menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi taman kota dan pelataran parkir di Kota Saumlaki, kini penyidik menyiapkan agenda pemanggilan terhadap 4 tersangka tersebut.

“Dalam waktu dekat, penyidik akan segera melayangkan panggilan pada ke empat tersangka dimaksud untuk diperiksa sebagai tersangka,” ungkap Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Wahyudi Kareba, kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (2/7).

Dijelaskan, pemeriksaan ke empat tersangka ini dilakukan sambil menunggu hasil audit dari BPKP, yang menjelaskan secara pasti kerugian negara dari proyek tersebut.

Menurut Wahyudi,penetapan tersangka dilakukan berdasarkan surat perintah penyidikan, surat penetapan tersangka dan nota dinas tertanggal 27 Mei 2021, perihal pemberitahuan dimulainya penyidikan perkara tindak pidana korupsi dan surat pemberitahuan penyidikan perkara tindak pidana korupsi kepada KPK untuk empat tersangka ini.

Keempat tersangka tersebut masing-masing, Rio Pulo Mas sebagai Kontraktor Pelaksana PT Inti Artha Nusantara, Donny Siahasale selaku KPA, Wilma Laratmase PPK, dan pengawas lapangan Angky Pelamonia.
Seperti diberitakan, Kejati Maluku lamban menetapkan tersangka dalam kasus korupsi proyek Taman Kota Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar tahun 2017 senilai Rp.4.512.718.000.

Proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Umum APBD KKT ini, dinaikan ke tahap penyidikan pada November 2019. Penanganan kasus diputuskan naik status ke penyidikan, setelah penyidik mengantongi bukti-bukti yang kuat. Proyek yang dikerjakan oleh kontraktor bernama Rio Pulo Mas itu, juga tak sesuai rencana anggaran biaya (RAB). Kendati pekerjaan amburadul, anggaran dicairkan 100 persen oleh Dinas PUPR KKT.
Dalam pemeriksaan, jaksa penyidik juga memakai ahli konstruksi Politeknik Negeri Ambon. Hasil pemeriksaan, ditemukan ketidakberesan dalam proyek itu.(SAD)

Comment