by

438 Pelanggar Terjaring Razia Yustisi

Ambon, BKA- Dari pelaksanaan razia yustisi yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon sejak pekan pertama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi tahap V hingga 22 September, ditemukan 438 pelanggar.

Razia yustisi itu digelar sesuai Peraturan Walikota (Perwali) Ambon Nomor 25 tahun 2020, tentang penerapan disiplin dan penegakkan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan penanganan Covid-19.


Dari upaya Pemkot Ambon untuk mendisiplinkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, langkah tegas pun dibuat. Sehingga para pelanggar yang terjaring akan disidangkan di Pengadilan Negeri Ambon.

Dari 438 pelanggar yang terjaring, 62 orang diantaranya telah disidangkan. Berikutnya, 25 September besok, telah diagendakan 207 pelanggar yang akan kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Ambon. Semuanya terjaring pada pekan pertama PSBB tansisi tahap V.

Sedangkan pada pekan kedua PSBB tahap V, terhitung 20 hingga 22 September, telah terjaring 169 pelanggar, yang diagendakan untuk disidangkan pada 2 Oktober mendatang.

Kabag Hukum Pemkot Ambon, Sirjohn Slarmanat, mengungkapkan, untuk 207 kasus yang akan disidangkan pada 25 September besok, didominasi oleh pelanggar dari pengguna jasa moda transportasi, yakni, 112 orang. Sedangkan pelanggar umum hanya 95 orang.

“Kemarin Sore itu sudah diserahkan. Pemberkasannya sudah diserahkan oleh PPNS ke Pengadilan Negeri. Dan akan dilakukan sidang pada tanggal 25 September, hari Jumat. Tanggal 18 lalu, itukan sudah di ekspor sebanyak 62 kasus,” terang Slarmanat, kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (23/9).

Menurut dia, razia yustisi akan terus dijalankan Pemerintah Kota Ambon, walaupun masa PSBB transisi V telah selesai. Namun bisa ditiadakan, apabila Perwali 25 tahun 2020 itu dicabut.

“Di Perwali itu sudah jelas. Seluruh pembayaran denda itu masuk ke kas daerah. Nomor rekeningnya juga sudah dicantumkan dalam surat penetapan denda administrasi itu. Pemanfaatannya juga diatur di Perwali itu, untuk penanganan Covid-19,” tukasnya.

Pendidikan disiplin yang dilakukan Pemkot Ambon itu, terang Slarmanat, tidak bermaksud untuk mencapai target. Tetapi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya disiplin protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. (BKA-1)

Comment