by

50 Persen ASN Kantor Gubernur Dirumahkan

Sebagian ASN yang bekerja di Kantor Gubernur Maluku dirumahkan, berdasarkan surat keputusan Gubernur Maluku, Murad Ismail.

Keputusan Gubernur Maluku tersebut disebutkan, 50 persen ASN dirumahkan atau bekerja dari rumah (WFH). Sedangkan sebagian masih masuk kantor, tapi dipastikan mereka terbebas dari Covid-19.

Keputusan itu dibuat gubernur untuk mendukung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, guna menekan angka penyebaran Covid-19.
Juru bicara Satgas Covid-19 Provinsi Maluku, Adonia Rerung, mengatakan, kebijakan itu dilakukan untuk menekan laju Covid-19.

“Karena Ambon sudah zona merah, dan Maluku sudah masuk zona orange, maka pemerintah provinsi memutuskan untuk merumahkan 50 persen ASN,” kata Rerung, Rabu (7/7).

Selain itu, katanya, keputusan itu dibuat karena terdapat beberapa ASN yang terkonfirmasi Covid-19. Sehingga untuk mengantisipasi penyebaran lebih luas ditengah pegawai.

“Ada beberapa orang yang terkonfirmasi Covid-19, jadi harus dikurangi jumlah pegawai, agar tidak terjadi penyebaran yang bekerlanjutan,” sambungnya.
Untuk itu, katanya, masyarakat yang ingin melakukan pengurusan di Kantor Gubernur Maluku, harus memiliki kartu Rapid Test. Belum diberlakukan aturan harus mempunyai kartu bukti vaksin.

“Masih pakai kartu bukti Rapid Test untuk orang-orang yang ingin melakukan pengurusan di Kantor Gubernur. Belum berlaku aturan harus memiliki kartu bukti vaksin,” tukas Rerung. (MG-2)

Comment