by

51 Persen Pasien Corona Maluku Wanita

Ambon, BKA- Sebagian besar pasien corona di Provinsi Maluku berjenis kelamin perempuan. Hal itu bertolak belakang dengan data nasional, yang sebagian besar adalah laki-laki.

Hal itu terungkap pada rapat evaluasi Penanganan Covid-19 dan Pendisiplinan protokol kesehatan, yang digelar di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (30/9).

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Maluku, Kasrul Selang, mengungkapkan, dari total 2.824 terkonfirmasi positif Covid-19 di Maluku, paling banyak adalah wanita, sebesar 51 persen.

“Kalau kita baca secara nasional, ternyata laki-laki yang banyak terkonfirmasi, karena mereka perokok dan sebagainya. Tapi di Maluku, perempuan lebih banyak, yakni, 51 persen,” beber Kasrul.

Selain itu, jumlah kasus baru Covid-19 di Maluku yang paling banyak terjadi pada 10 September 2020, yakni, 89 pasien terkonfirmasi positif virus saat itu.

“Kalau kita liat kasus kita sampai 23 September 2020. Kita punya kasus harian pernah masuk lima besar Indonesia, yakni, pada 10 September sebanyak 89 kasus,” sebut Kasrul.

GTPP Maluku juga mencatat jumlah kasus kumulatif Covid-19 per 22 Maret hingga 29 September 2020 mencapai 2815 kasus. Dalam enam bulan terakhir, jumlah kasus konfirmasi terbanyak berasal dari Kota Ambon, yakni, jumlah kasus per 22 September 2020 sebanyak 2304 kasus. Sementara jumlah kasus konfirmasi yang paling sedikit tercatat di Kabupaten Buru Selatan dengan 1 kasus.

“Kalau dijabarkan berdasarkan kelompok umur, maka jumlah kasus konfirmasi terbanyak berada pada kelompok umur 25-34 tahun, disusul 35-44 tahun,” tandas Kasrul.

Sekda Maluku ini juga menjelaskan, total kasus pasien sembuh selama enam bulan penanganan Covid-19 per 22 Maret hingga 29 September 2020, sebanyak 1800 pasien. 54 persen atau 980 orang adalah perempuan. Sementara 46 persen atau 820 orang laki-laki. Pasien sembuh terbanyak berasal dari Kota Ambon, sebanyak 1.403 orang. Disusul Kabupaten Maluku Tengah 196 orang, Kota Tual 71, SBT 39, Buru 37, Malra 29, SBB 19, MBD 5 dan Bursel 1 orang.

“Ditinjau dari kelompok umur, pasien sembuh terbanyak berasal dari kelompok umur 25-34 tahun sejumlah 494 orang. Disusul kelompok umur 35-44 tahun sebanyak 444 orang,” tukas Kasrul.

Selain itu, rinci Kasrul, jumlah kasus pasien meninggal Covid-19 sejak 22 Maret hingga 29 September 2020, tercatat 20 pasien perempuan dan 21 pasien laki-laki meninggal. Yang terbanyak berasal dari Kota Ambon, dengan jumlah 30 orang, Malteng 5, Buru 3, SBB 2 dan Malra 1 total 41.

“Berdasarkan kelompok umur, pasien meninggal terbanyak berasal dari kelompok umur 55-64 tahun ke atas,” pungkas Kasrul. (BKA-1)

 

Comment