by

511 Nakes Buru Divaksin Tahap II

Ambon, BKA- Sebanyak 511 orang tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Buru, mulai menerima penyuntikan vaksin Covid-19 tahap II, Selasa (16/2). Proses penyuntikan yang berlangsung pada tiga puskesmas di kecamatan Namlea, ini berlangsung aman dan lancar.

Tiga puskesmas yang dipusatkan untuk penyuntikan vaksin dosis kedua ini, diantaranya puskesmas Namlea, Sawa dan Puskesmas Waplau.

Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Buru, Nani Rahim menyebutkan, ada 149 Nakes yang telah mengikuti program vaksinasi Covid-19 di tiga puskesmas tersebut pada tahap pertama, yang dimulai pada tanggal 2 Februari 2021 lalu.
Dan karena telah mencukupi 14 hari pasca penyuntikan vaksin tahap I, maka tepat Selasa (16/2) kemarin dilakukan penyuntikan tahap II.

“Jadi yang sudah dapat tahap pertama pada tanggal 2 sudah mulai berjalan kembali mulai hari ini (kemarin) untuk dosis kedua. Semua puskesmas yang sudah melaksanakan vaksin tahap pertama pada tanggal 2 Februari kemarin. Tanggal 2 itu mulai di tiga puskesmas ya, Puskesmas Sawa, Waplau dengan Puskesmas Namlea. Puskesmas Air Buaya belum pada tanggal 2 Februari,” sebut Nani, di ruang kerjanya.

Nani menjelaskan, ada perubahan data tenaga kesehatan yang masuk dalam sasaran penerima vaksin. Yakni jumlahnya bukan 1.162 orang, melainkan 1.214 orang Nakes di Kabupaten Buru.

“Dari 1.214 orang Nakes yang kemarin, total yang telah divaksin tahap I kan baru 511 orang. Kemudian yang ditunda itu sebenarnya bukan gejala karena dia tidak sesuai dengan sop skrining. Kan ada syarat-syarat orang boleh divaksin dan tidak boleh. Yang ditunda itu yang lagi hamil, sedang menyusui, kemudian hipertensi kemudian penyintas Covid-19. Sekarang kan penyintas Covid-19 sudah boleh divaksin setelah tiga bulan dia sembuh. Tapi saat ini belum bisa mulai karena aplikasinya belum dirubah,” pungkasnya.

Penanggung Jawab Program Vaksinasi Covid-19 Puskesmas Namlea, dr. Nurjannah Syari Toekan mengungkapkan, Kejadian Ikutan Pasca Vaksinasi (KIPI) vaksin Corona Sinovac yang diberikan pada tenaga kesehatan, disebut hanya bersifat ringan dan tidak menimbulkan reaksi serius.

“Untuk Nakes-nya mulai hari ini, Alhamdulillah dari yang sudah jalan semua tidak ada masalah. Semua masih dalam batas aman untuk dapat divaksin dan tidak ada terjadi KIPI atau kejadian yang tidak diharapkan setelah vaksin. Dan Alhamdulillah semua berjalan aman, semua Nakes yang sudah divaksin dan semua dalam keadaan aman,” tandas Nurjannah.

Menurut dia, vaksin Sinovac dampaknya sangat baik, hanya saja banyak beredar berita-berita negatif yang ditanggapi masyarakat. Padahal, setelah ada yagn divaksin, justru tidak ada ada efek samping.

“Alhamdulillah ya berita setelah divaksin ada yang kejang dan ada yang segala macam itu kan tidak ada. Buktinya setelah divaksin, semuanya aman. Jadi semoga masyarakat bisa lihat. Dengan adanya ini masyarakat bisa sadar bahwa, oh ternyata vaksin tidak seburuk yang dikira,” harapnya.

Sekedar tahu, dari jumlah 1.214 orang nakes ini, tersebar di 9 Puskesmas yang ada di 8 kecamatan, satu klinik Polres Buru, dan satu rumah sakit, serta dari Dinas Kesehatan Kabupaten Buru.

Untuk Dinas Kesehatan ada 115 orang, Rumah Sakit Umum Daerah Namlea 366 orang, Klinik Polres 7 orang, Puskesmas Namlea 290 orang, Puskesmas Sawa 68 orang, selanjutnya Puskesmas Waplau 68 orang, Puskesmas Air Buaya 125 orang, Puskesmas Savanajaya 63 orang, Puskesmas Mako 59 orang, Puskesmas Waelo 85 orang, Puskesmas Lolong Guba 43 orang dan Puskesmas Kaiely 40 orang. (MSR)

Comment