by

52 Proyek PLTD Mangkrak di Maluku

Ambon, BKA- Sepertinya program unggulan Presiden RI, Joko Widodo, untuk menerangi seluruh pelosok nusantara melalui pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW, yang digaungkan sejak Mei 2015 lalu, sulit direalisasikan di wilayah Maluku.

Alasannya, banyak bagian dari program pembangunan pembangkit itu yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Mangkrak.

Anggota Komisi VII DPR RI, Saadiah Uluputty, mengungkapkan, terdapat 52 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Disel Diesel (PLTD) milik PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Maluku dan Maluku Utara (M2U) yang mangkrak.

“Kami dimasa reses ini, kami menemukan ada 52 titik PLTD yang belum ada pengadaan atau bisa dikatakan mangkrak. Dan setelah rapat dengan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, saya sudah sampaikan semuanya, agar proyek PLTD yang mangkarak ini bisa dicari solusinya,” ungkap Uluputty, Kamis (21/1).

Solusi terhadap proyek PLTD yang mangkrak di wilayah Maluku, katanya, sangat diperlukan, agar dapat dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan listrik di beberapa daerah di Maluku.

Lanjutnya, saat rapat dengan Dirut PT PLN, didapatkan jawaban, soal 52 PLTD itu untuk nanti ditindaklanjuti dalam bentuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG). Sebab ada moratorium PLTD.

“Jadi memang harus ada beberapa yang harus menggunakan PLTG dan PLTMG, yang nantinya akan ditindak lanjuti oleh pihak PLN,” bebernya.

Berdasarkan hasil reses, lanjut Uluputty, dari 52 PLTD yang mangkrak, seharusnya dapat melayani 42 dusun dengan jumlah calon pelanggang baru sebanyak 17.802, pada sejumlah daerah di kabupaten/kota di Maluku.(RHM)

Comment