by

BKKBN Paparkan Dampak Covid-19

Ambon, BKA- Turut memperingati Hari Kependudukan Dunia (HKD) yang ditetapkan pada tanggal 11 Juli, BKKBN Maluku melakukan sarasehan dengan tokoh agama tentang perlindungan dan promosi kespro, kespro remaja, KB dan pencegahan kekerasan berbasis gender pada perempuan dan anak lewat webinar.

Peringatan HKD yang ditetapkan PBB ini, sebagai bentuk perhatian besar masyarakat pada peringatan Hari Lima Miliar, pada 1987 silam. Yakni untuk menyatakan bahwa pada tanggal tersebut, populasi dunia mencapai 5 miliar jiwa. Sejak saat itu, populasi dunia terus bertambah dan berdampak pada meningkatnya permasalahan kependudukan.

Kepala BKKBN, dr. Hasto Wardoyo mengungkapkan, terjadinya penurunan akses terhadap layanan fasilitas kesehatan selama pandemi, terdapat hal yang harus dicermati. Dan itu merupakan dampak terdekat terjadinya unwanted pregnancy dan mistimed pregnancy atau kehamilan tidak dikehendaki.

“Sebelum pandemi, angkanya rata-rata sudah 17,5 persen dan di kota besar kecenderungannya lebih tinggi. Juga terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, perceraian, stunting, kematian ibu dan bayi, itu permasalahan yang harus kita cermati terkait dengan kependudukan,” tandas Hasto, lewat rilis yang disampaikan Humas BKKBN Maluku, Senin (13/7)

Dikatakan, hasil Survei yang dilakukan BKKBN terhadap 20.680 keluarga di Indonesia mengungkapkan bahwa, sebagian besar keluarga di Indonesia tangguh dalam menghadapi Covid-19. Karena mampu menerima, saling mendukung, serta menghindari pertengkaran di masa pandemi ini.

“Di balik tangguhnya keluarga Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19, terdapat peran perempuan atau istri dalam mempertahankan keharmonisan rumah tangga, “ tuturnya.

Menurut dia, walaupun kebanyakan keluarga berhemat di masa pandemi sebanyak 79,9 persen, namun justru yang perlu diperhatikan adalah mereka yang mulai menjual barang dan perhiasan sebesar 50,6 persen.
Kemudian meminjam uang tetangga sebesar 19,8 persen, dan sebanyak 2,5 persen terdapat cekcok pada keluarga yang mungkin bisa memicu perceraian. Dan BKKBN sebagai lembaga memiliki tanggung jawab atas keberhasilan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Untuk itu, peringatan HKD tahun ini, diangkat tema tentang “Dampak Covid-19 Terhadap Keluarga Berencana, Kesehatan Ibu, dan Kekerasan Berbasis Gender”. Dimana hal ini sejalan dengan United Nations Population Fund (UNFPA), yang mengangkat tema “Menghentikan Covid-19: Bagaimana Menjaga Kesehatan dan Hak Perempuan dan Anak Perempuan”.

Tujuanya untuk meningkatkan kesadaran tentang kebutuhan kesehatan reproduksi dan adanya kerentanan bagi perempuan selama pandemi Covid-19. Dan menyoroti bagaimana dapat melindungi dan menjamin kesehatan seksual dan reproduksi, tetap menjadi agenda serta untuk mengeksplorasi cara mempertahankan momentum pencapaian SDGs tahun 2030.

Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN, Dwi Listyawardani menambahkan, terkait masalah kependudukan, BKKBN terus berusaha mengoptimalkan dan memberikan peran terbaik agar memberikan manfaat dan makna yang besar bagi Kementerian Lembaga dan Pemerintah Daerah.

“Kami juga sedang menyusun naskah akademik Rancangan Undang-undang (RUU) untuk memperkuat undang-undang nomor 52 tahun 2009. Juga Perpres terkait Grand Desain Pembangunan Kependudukan, sehingga kita berupaya agar kependudukan ini menjadi mainstream dalam pembangunan di Indonesia,” tukasnya.

Dikatakan, BKKBN selalu melakukan terobosan-terobosan untuk mendekati para remaja terkait ketahanan remaja. Melalui program Generasi Berencana (GenRe), BKKBN mengembangkan ketahanan remaja yang didalamnya termasuk kampanye pendewasaan usia perkawinan yakni, 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki.

Program GenRe dilakukan dengan pendekatan langsung terhadap remaja serta orang tua yang memiliki anak remaja. Pendekatan kepada remaja dilakukan melalui pengembangan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja).

“Saat ini PIK Remaja berjumlah sekitar 23.579 tersebar di 34 Provinsi. PIK Remaja diharapkan menjadi wadah bagi remaja untuk berkumpul, berbagi cerita, berkreatifitas dan saling tukar informasi dengan teman sebaya mereka,” harapnya. (RHM)

Comment