by

6 Napi Hukuman Seumur Hidup Dibebaskan

AMBON-BKA, Sebanyak 6 orang narapidana (napi) yang menjadi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Ambon, dengan pidana seumur hidup akhirnya dapat menghirup udara bebas, Kamis (12/8).

Keenam napi yang dibibebaskan ini berdasarkan Keputusan Presiden nomor 29 tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Perubahan dari Penjara Seumur Hidup menjadi Pidana Penjara Sementara dan Keputusan Menkumham RI nomor : PAS-739.PK.01.04.06 tahun 2021 tentang Pemberian Pembebasan Bersyarat Narapidana.

Pembebasan terhadap 6 napi tersebut, diiringi dengan rasa haru dan bahagia. Salah satu napi yang dibebaskan, NS tak hentinya mengucapkan rasa sykur dan bahagianya. “Kami tak menyangka bahwa hari yang ditunggu-tunggu pun datang. Tak ada ungkapkan yang dapat menggambar perasaan ini, melainkan ucapan rasa syukur dan terima kasih,” ucap NS, lewat rilis Kemenkumham Maluku, kepada media ini, Sabtu (15/8).

NS turut mengucapkan terima kasih kepada jajaran Lapas Ambon yang telah membina dan memenuhi seluruh hak, sehingga dapat dibebaskan melalui program integrasi Pembebasan bersyarat.

Baca juga:
Tim Itjen Tinjau Pembangunan Kantor Kemenkumham Maluku

“Terima kasih kepada jajaran yang telah memenuhi hak kami dan telah membina kami, terututama dalam bidang pendidikan dan kerohanias. Kami berjanji tak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum, dan memulai kehidupan dengan lebih baik lagi,” pungkasnya.

Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Binadik), Meky Patty menjelaskan, sampai pada tahap integrasi pembebasan bersyarat ini dilalui dengan proses yang panjang.

Yakni diawali dengan pengajuan Remisi Perubahan Hukuman dari Pidanan Seumur Hidup menjadi Pidana Sementara, yang didasari dengan PP 32 tahun 1999.

“Mereka telah menjalani pidana seumur hidup sejak tahun 2005, kemudian mendapatkan grasi dengan pidana sementara 20 tahun. Selanjutnya diberikan hak remisi, sebagaimana diatur dalam peraturan pemerintah. Sehingga mereka dapat menghirup udara bebas,” ucap Patty.

Sementara itu, Kalapas Ambon, Saiful Sahri menjelaskan, narapidana berhak menjalani proses pembinaan setelah memperoleh perubahan hukum. Yakni mengikuti program integrasi pembebasan bersyarat.

“Ini merupakan salah satu pencapaian luar biasa bagi Lapas Ambon. Dimana WBP dengan hukuman seumur hidup, dapat menghirup udara bebas. Mereka yang dibebaskan ini telah mejalani pembinaan di Lapas Ambon dengan baik. Semoga mereka dapat memberikan hal-hal positif yang diterima selama di Lapas kepada masyarakat dan keluarga,” tutup Saiful.

Sekedar tahu, sebelum diantarkan, 6 narapidana ini juga diberikan pengarahan dan penguatan, agar selama menjalani PB tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum. Sehingga hak PB dicabut kembali.

Selanjutnya, narapidana tersebut didampingi petugas melapor ke Kejaksaan Negeri Ambon dan Balai Pemasyarakatan Ambon, sebelum diantarkan ke rumah narapidana.(UPE)

Comment