by

6 Narapidana Lapas Wahai Dapat Asimilasi di Rumah

Sebanyak 6 narapidana (napi) Lembaga Pemasyatakatan (Lapas) Kelas III Wahai, Kabupaten Maluku Tengah, mendapat asimilasi di rumah, berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI nomor 24 tahun 2021, Jumat (16/7).

Mereka dapat menjalani program asimilasi di rumah, karena telah memenuhi syarat, yakni tanggal 2/3-nya sampai dengan tanggal 31 Desember 2021.

Kepala Lapas (Kalapas) Wahai, Mansur Namkatu mengatakan, telah berpesan kepada 6 napi tersebut agar selalu mengikuti aturan yang berlaku dan tidak melakukan tindak pidana lagi selama menjalani program asimilasi di rumah.

“Patuhi aturan yang ada, karena kalian bukan dinyatakan bebas, melainkan mendapat asimilasi di rumah dan masih terikat hukum. Yang terpenting, jangan pernah melakukan tindak pidana lagi, karena kami akan mencabut Surat Keputusan Asimilasi dan kalian akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” pesan Mansur, lewat rilisnya kepada media ini.

Setelah mendapat asimilasi, pancaran kebahagiaan terlihat dari wajah para napi karena akan segera kembali bertemu dengan keluarga mereka. “Saya sangat senang sekali, karena dengan adanya program asimilasi di rumah ini, saya bisa kembali berkumpul dengan keluarga saya,” kata salah satu napi.

Mereka juga berjanji, untuk tetap mematuhi aturan yang berlaku dan akan selalu menjaga nama baik Lapas. Tak lupa, ucapan terima kasih disampaikan kepada Menkumham beserta jajaran Lapas Wahai, yang telah memberikan pembinaan selama mereka menjalani pidana.

“Jadikan semua hal yang didapatkan di Lapas sebagai pengalaman untuk menuju hidup yang lebih baik,” pesan, Kalapas. (UPE)

Comment