by

60 Tahun Keatas Bisa Divaksin Covid-19

Ambon, BKA- Bagi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) yang telah berumur lebih dari 60 tahun, dapat disuntik vaksin Covid-19. Hal ini berdasarkan Surat Edaran Menteri Kesehatan terbaru.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy membenarkan hal tersebut. Diakuinya, sebelumnya untuk program vaksinasi Covid-19 hanya dibolehkan bagi SDMK dengan batas umur 59 tahun.
Namun saat ini dibolehkan sesuai Surat Edaran Mentri Kesehatan nomor 02.06/2/341 tahun 2021 tentang sasaran pelaksanaan vaksin Covid-19 untuk SDMK berusia diatas 60 tahun.

“Jadi berdasarkan surat itu, telah disetujuinya penambahan indikasi pemberian vaksin Covid-19 bagi usia 60 tahun keatas oleh BPOM,” ungkap Wendy, saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (20/2).

Dijelaskan, penyuntikan vaksin Covid-19 kepada SDMK yang berumur 60 tahun keatas, sama dengan sebelumnya. Yang mana akan berlangsung dalam dua sesi. “Kalau misalnya untuk 18 sampai 59 tahun itu 14 hari. Tapi kepada lanjut usia (lansia) itu 28 hari, baru di suntik sesi kedua,” sebutnya.

Terkait SDMK yang memeiliki Comorbid, sambung Wendy, dalam surat edaran terbaru itu menyatakan penerima yang hipertensi 180/110 bisa disuntik vaksin. “Kalau sebelumnya itukan hipertensi batas 140 per 90. Lewat dari itu, tidak diizinkan ikut vaksin,” jelasnya.
Bukan saja itu, dia mengaku, bagi penyintas yang tiga bulan terkonfirmasi positif Covid-19 juga dapat dilakukan vaksinasi tersebut.

“Kemudian untuk ibu yang menyusui, juga bisa divaksin. Awalnya kan tidak bisa. Jadi terkecuali ibu hamil dengan penyakit-penyakit berat yang sama sekali tidak bisa divaksin, ” tuturnya.

Lebih lanjut dia menyebutkan, selama pelaksanaan vaksinasi ini berlangsung di Kota Ambon, hanya ada beberapa yang merasakan efek dari vaksin Covid-19. ” Sejauh ini kita bersyukur karena semua kipi ada di kipi-kipi ringan setelah divaksin. Saya sendiri tidak apa-apa. Tapi orang lain ada yang mengantuk, pusing dan lapar, ” bebernya.

Tambah dia, bagi SDMK yang tertunda tahap pertama pelaksanaan vaksinansi pada Januari kemarin, akan dilakukan skrining kembali. Mengingat Surat Edaran Menteri Kesehatan yang baru telah keluar, tentang pelaksanaan vaksin Covid-19 tersebut.

“Hampir sebagian besar yang tertunda dan ditolak pada tahap pertama sudah dilakukan vaksin. Masih ada beberapa yang kita kontol kesehatan mereka. Sebagian yang tertunda itu karena hipertensi, terus ada diabetesnya. Yang paling besar itu penyintas, ” tutup Wendy. (IAN)

Comment