by

662 Nakes Buru Belum Bisa Divaksin

Ambon, BKA- Sebanyak 662 Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kabupaten Buru tidak bisa mendapatkan vaksin Covid-19 tahap pertama, karena berbagai faktor. Hal tersebut berdasarkan data yang terhitung sejak program vaksinasi yang dimulai pada 30 Januari-15 Februari 2021, untuk Kabupaten Buru.

Data yang diterima koran ini, hingga saat ini sudah lebih dari 511 tenaga kesehatan (Nakes) yang telah menerima vaksin Covid-19 tahap pertama. Sementara untuk sasaran penerima program vaksinasi Covid-19 sebanyak 1.214 orang Nakes di Kabupaten Buru.

Program vaksinasi Sinovac ini dilaunching perdana kepada Forkopimda Kabupaten Buru, pada 30 Januari dan penyuntikan tahap II, 13 Februari 2021. Sementara Nakes tahap pertama, yang dimulai pada tanggal 2 Februari 2021 lalu. Sehingga tepat tanggal 16 Febuari kemarin, sudah 14 hari sejak pertama kali disuntik
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Buru, Nani Rahim menyebutkan, bagi yang tidak diberikan vaksin ada 310 orang. Sementara yang ditunda 352 orang, sehingga totalnya mencapai 662 orang Nakes.

“Yang ditunda itu sebenarnya bukan gejala, karena dia tidak sesuai dengan sop skrining. Kan ada syarat-syarat orang boleh divaksin dan tidak boleh. Yang ditunda itu yang lagi hamil, sedang menyusui, kemudian hipertensi kemudian penyintas Covid-19. Sekarang kan penyintas Covid-19 sudah boleh divaksin setelah tiga bulan dia sembuh. Tapi saat ini belum bisa mulai karena aplikasinya belum dirubah,” sebut Nani, kepada BeritaKota Ambon, Rabu (17/2).
Nani mengungkapkan, untuk Nakes yang ditunda dalam penyuntikan vaksin Sinovac, masih menunggu jadwal agar mereka bisa divaksin. “Sementara kita menunggu jadwal untuk yang ditunda itu agar bisa divaksin ulang,” ujarnya.

Kata Nani yang belum teregistrasi itu yang untuk dari Puskesmas Namlea sebagai ada tugas belajar dan ada masih diluar daerah yang belum sempat datang ke Puskesmas Namlea.

“Yang sudah divaksin dari Puskesmas Namlea 47 orang, yang belum diberikan penyuntikan atau ditunda, ada 75 orang itu yang terkendala ada yang hamil dan ada yang penyakit bawaan atau komorbid,” paparnya.

Ia menambahkan, dari Dinas Kesehatan yang sudah divaksin sebanyak 21 orang, dan yang belum divaksin ada 34 orang. Dijelaskan, dari puskesmas Ilath yang kemarin itu belum divaksinasi ditunda. Sedangkan TNI dari 3 orang baru 1 orang yang registrasi dan sudah divaksin. Yang 2 orang belum registrasi dan belum divaksinasi. Yang dari Polri dari 7 orang, 3 orang sudah divaksinasi dan 4 orang yang belum registrasi dan belum divaksinasi.

“Iya, yang belum registrasi belum terdaftar sebagai peserta penerima penyuntikan vaksin Covid-19. Yang sudah divaksin yang sudah teregistrasi di meja pendaftaran, pada meja pertama saat mau melakukan penyuntikan vaksin. Sedangkan yang ditunda itu kan ada yang ditunda imunisasinya,” tutupnya. (MSR)

Comment