by

75 Anggota Madya PKS Dapat Pelatihan Kaderisasi

Ambon, BKA- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Maluku menggelar pendidikan bagi 75 anggota madya, yang digelar di di lantai V DPRD Maluku, Minggu (24/1).

Pendidikan itu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan kader muda PKS dalam kinerja dan wawasan berpolitik.

Pendidikan tersebut diawali dengan pengukuhan anggota Madya oleh Ketua DPW PKS Maluku, A. Asis Sangkala, secara langsung maupun virtual.


Sebab dari 75 anggota madya tersebut, tidak semuanya berada di Kota Ambon. Melainkan tersebar pada sejumlah kabupaten/kota lainnya di Maluku. Masing-masing, Kota Ambon sebanyak 43 orang, Seram Bagian Timur (SBT) tujuh orang, Maluku Tengah (Malteng) 13 orang, Seram Bagian Barat dua orang, serta Kota Tual 10 orang.

Ketua DPW PKS Maluku, mengatakan, terpilihnya 75 anggota madya tersebut melalui proses yang sangat panjang sebagai partai politik.

Proses ini bukan yang pertama, namun sudah dilakukan sejak 1998 lalu hingga 2021. Itu sudah dilewati oleh semua anggota PKS, sesuai UU Parpol yang mengamanatkan semua Parpol untuk melakukan proses kaderisasi untuk menjalankan roda kepimpinan internal Parpol.

Sebagai wujud keseriusan PKS dalam menjalankan amanat UU tersebut, dengan kurikulum kepartaian yang baru, PKS Maluku mengukuhkan anggota madya baru PKS secara terbuka, agar publik melihat, bahwa PKS serius mempersiapkan Sumber Daya Manusian (SDM) partai.


“Kita serius mempersiapkan kader-kader terbaik PKS, untuk kemudian siap menjalankan amanah-amanah kepimpinan, baik diinternal partai maupun menjadi kepercayaan publik untuk duduk dilembaga legislatif atau eksekutif, atau pun dilembaga-lembaga lainnya yang ada ditengah-tengah masyarakat,” harapnya.

Menurutnya, PKS memiliki ciri khas dibanding parpol lainnya. Yakni, PKS merupakan salah satu partai politik (parpol) yang serius melakukan kaderisasi kepemimpinan dan keanggotaan, dengan bekal materi-materi kebangsaan serta keagamaan dan kepemimpinan, agar kelak menjadi kader dan calon pemimpin yang baik.

“Kita ada bidang pengembangan kepemimpinan yang secara rutin memberikan pelatihan kepada pengurus partai, anggota dewan, dan pejabat eksekutif. Kita sebut Bangpim (Badan Pengembangan Kepemimpinan, red-). Intinya, bagaimana menjadikan kader kita pemimpin yang baik,” paparnya.

Kaderisasi di internal PKS sendiri, terdiri atas jenjang anggota pemula, anggota muda, anggota madya, dan anggota inti/anggota dewasa.

Pembedaan jenjang ini juga terkait hak dan kewajiban. Misalnya, jika menjadi kader anggota muda, biasanya masuk menjadi pengurus di ranting, tapi untuk anggota madya dan dewasa, masuk dalam kepengurusan di tingkat DPP. PKS merupakan partai yang memiliki screening keorganisasian yang kuat dan memiliki rekam jejak kadernya dengan jelas.


Menurutnya, nilai jual PKS terletak pada keteguhan memegang nilai-nilai demokrasi dan egaliter. Pihaknya tidak mengedepankan politik dinasti atau keturunan dalam jajaran kepemimpinan. Siapa pun yang dianggap paling memperhatikan rakyat, paling berkomitmen pada demokasi, itu yang akan ditarik menjadi kader dengan jenjang keorganisasian yang jelas.

“Secara internal, pelatihan dan pendidikan untuk memicu kita, memotivasi kita untuk terus menurus secara reguler, meningkatkan kualitas kaderisasi kita agar kemudian stok kepimpinan di PKS tidak boleh terputus, dia harus berjalan terus, sehingga agenda kaderisasi di PKS itu harus terus ditingkatkan agar dari waktu-kewaktu dia terus meningkat, baik jumlahnya maupun kualitas,” pintanya.

Mewakili DPP PKS wilayah Timur, Saadiah Uluputty, dalam arahannya mengatakan, dirinya sangat terharu karena sejak manjdi anggota partai, baru petama menghadiri pengukuhan secara terbuka. Karena sebelumnya, itu dilakukan secara tertup.

Menurutnya, 75 anggota madya baru merupakan kekayaan dan hasana potensi yang dimiliki PKS Maluku, dengan berbagai cita-cita masing-masing, baik menajadi seorang politisi maupun lainnya.(RHM)

Comment