by

940 Napi di Maluku Diusulkan Remisi Umum

AMBON-BKA, Sebanyak 940 Narapidana (napi) di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Maluku, diusulkan untuk memperoleh Remisi Umum (RU), dalam rangka memperingati 76 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 937 diusulkan remisi sebagian (RU I) dan 3 orang diusulkan remisi langsung bebas (RU II).

“Total ada 940 Napi yang telah kita usulkan dan sementara menunggu Surat Keputusannya terbit ”, terang Kepala Kanwil Kemenkumham Maluku, Andi Nurka, lewat rilisnya, Jumat (13/8).

Andi menjelaskan, pemberian remisi adalah hak narapidana yang diatur dalam ketentuan perundang-undangan. Sehingga harus diberikan jika telah memenuhi semua syarat.

“Pemberian remisi bagi narapidana dapat memotivasi mereka untuk terus mengikuti semua program pembinaan yang diberikan,” pungkas Andi.

Baca juga: Pangdam Rahawarin Terima Kasih Buat Media

Tempat terpisah, Plt Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Maluku, Saiful Safri menjelaskan, usulan RU tahun 2021 mengalami peningkatan yang cukup tinggi. “ Tahun lalu kita usulkan 774 orang, sementara tahun ini 940 orang,” ungkap Saiful.

Menurutnya, hal ini tak lepas dari terus meningkatnya jumlah isi hunian di Maluku. Namun di sisi lain, juga menunjukan program pembinaan yang berjalan baik di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Rumah Tahanan Negara (Rutan) juga di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA).

Usulan RU tahun ini, lanjut dia, berasal dari 15 Lapas, Rutan dan LPKA di Maluku. Dengan besaran remisi mulai dari 1 bulan sampai dengan 6 bulan. Sehingga diharapkan, remisi bagi napi dapat memberi arti tersendiri bagi mereka.

“Remisi merupakan salah satu wujud kemerdekaan dari balik jeruji. Merdeka akan hak-haknya sebagai narapidana. Walaupun pada hakikatnya, napi narapidana adalah terpidana yang berada dalam masa menjalani pidana, hilang kemerdekaan,” tutup Saiful. (UPE)

Comment