by

Ada Dugaan Surat Rapid Test Palsu

Ambon, BKA- Kepolisian Sektor (Polsek) KPYS Ambon dikabarkan tengah mengusut kasus dugaan penipuan, terkait pemalsuan surat hasil rapid test yang dilakukan 14 ABK KM Cantika Lestari 99, untuk memenuhi syarat berlayar ke Maluku Barat Daya (MBD).

Sesuai anjuran pemerintah untuk memutus penyebaran virus corona atau Covid-19 di Provinsi Maluku, tidak terkecuali bagi ABK (Anak BUah Kapal) harus dipastikan terbebas dari kontaminasi virus corona agar dapat ikut berlayar. Buktinya, melalui hasil rapid test yang menunjukkan non reaktif.

Kapolsek KPYS Ambon, Iptu Richard Matthew Gurning, yang dikonfirmasi terkait adanya dugaan pemalsuan surat hasil rapid test yang dilakukan oleh 14 ABK KM Cantika Lestari 99, mengatakan, laporan terkait hal itu sudah ditangani pihaknya bersama anggota.

Dari 14 orang yang diduga melakukan pemalsuan itu, katanya, terdiri dari satu orang nahkoda dan 13 ABK. “Dari laporan ini, penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap nahkoda pada Jumat (21/8) malam. Setelah diperiksa, kami memutuskan agar kapal berangkat dulu, karena sudah ada penumpang yang tidur di kapal,” ungkap Richard, ketika dihubungi Beritakota Ambon, melalui selulernya, Minggu (23/8).

Meskipun kapal bersama dengan para terlapor, yakni, 13 ABK dan satu Nahkoda sudah berangkat ke MBD, namun dipastikan, akan ada pemeriksaan lanjutan yang dilakukan penyidik terhadap laporan yang disampaikan pelapor dari Karantina Kesehatan Pelabuhan Ambon terhadap 14 ABK KM Cantika Lestari 99, setelah mereka kembali ke Ambon.

“Jadi nanti kapal kembali ke Ambon, baru kita panggil mereka untuk diperiksa lagi. Karena sudah kita sepakati hal itu bersama pihak perusahan yang punya kapal, dengan membuat surat pernyataan ,” jelasnya.

Perwira dengan pangkat dua balok emas di pundak itu mengaku, dari data permulaan yang diterima kalau 14 ABK terlapor itu bukan pelaku pembuat surat rapid test paslu tersebut. Tapi ada orang tertentu yang terlibat dalam pembuatan dokumen palsu itu.

“Jadi 14 orang itu indikasinya, menyuruh orang lain yang buat surat itu, dan hal itu di suruh langsung nahkoda kapal,” katanya.

Sedangkan terkait siapa yang melakukan hal itu, Richard belum mau berkomentar lebih jauh, karena kasusnya masih dalam tahap penyelidikan.

“Jadi ini bukan orang dari tim gugus, tapi ini orang luar. Saat pembuatan surat, Nahkoda suruh dia. Tapi untuk siapa dia, nanti saja baru kita sampaikan, karena masih penyelidikan,” tandasnya.

Sesuai data yang dihimpun koran ini, Kapal Cantika Lestari 99 milik PT Pelayaran Dharma Indah rencananya berangkat dari Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon menuju ke MBD pada Kamis (21/8), tapi pihak Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan meminta untuk ditunda hingga Jumat (21/8).

Hal itu dilakukan menyusul temuan surat hasil rapid test yang terindikasi palsu, saat petugas Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan melakukan pemeriksaan syarat administrasi bagi pelaku perjalanan yang akan menggunakan jasa KM Cantika Lestari 99.

Saat memeriksa administrasi milik 14 ABK tersebut, petugas melihat kejanggalan dalam surat keterangan rapid test tersebut. Petugas menaru curiga, surat tersebut palsu karena dalam surat itu tidak ada stempel RS Sumber Hidup sebagai pihak yang mengeluarkan surat tersebut pada petugas yang menandatangani surat itu.

Temuan surat yang diduga palsu ini kemudian dilaporkan Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan ke pihak Polsek KPYS Ambon.

Kapolsek KPYS Ambon, Iptu Richard Matthew Gurning, saat menerima laporan langsung memerintahkan personil Reskrim untuk melakukan pengecekan.

Saat personil Polsek KPYS mengkonfirmasi RS Sumber Hidup, ternyata benar, pihak RS Sumber Hidup mengatakan tidak pernah menerbitkan surat keterangan rapid test tersebut kepada para ABK KM Cantika Lestari. Hal ini dibuktikan, nama-nama para ABK tidak ada pada buku registrasi medik laboratorium RS Sumber Hidup.(SAD).

 

Comment