by

Aktivitas sekolah di MBD Kembali Normal

Ambon, BKA- Aktivitas pendidikan di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) kembali dilakukan secara normal, yakni, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) kembali dilaksanakan di sekolah.

Hal itu dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) MBD seiring perubahan status kabupaten itu, dari zona kuning menjadi zona hijau, beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pendidikan MBD, Ferdinand Lewier, mengatakan, perubahan status itu membuat proses KBM tatap muka antara siswa dan guru kembali digelar.

Hal itu dilakukan sesuai dengan keputusan empat Menteri, yakni, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri, bahwa daerah zona hijau dapat melakukan proses belajar secara tatap muka. Keputusan itu diperkuat lagi dengan persetujuan dari Gugus Tugas (Gustu) dan orangtua.

“Jadi setelah MBD kembali zona hijau, kemudian mendapat persetujuan Gustu dan orangtua sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri itu, maka kita sudah mulai buka sekolah secara tatap muka,” ungkap Lewier, Minggu (9/8)

Tidak hanya itu, lanjutnya, belajar tatap muka juga kembali dilakukan lantaran pertimbangan geografis, bahwa kabupaten tersebut terdiri dari daerah kepulauan yang minim akases internet serta fasilitas pendukung pembelajaran lainnya.

Untuk itu, dengan adanya perubahan status zona tersebut, pihaknya langsung membuka sekolah secara tatap muka.

“Sebab virus (corona) di MBD ini kan, hanya di Kota Tiakur. Di pulau lain tidak ada. Jadi setelah zona hijau, langsung kita buka sekolah secara tatap muka. Ini tidak bisa lama-lama, karena siswa dan orangtua kesulitan dengan adanya belajar Daring karena tidak ada Hp, akses internet sulit, serta akses transportasi sulit. Jadi harus belajar tatap muka, agar mereka bisa kembali belajar dengan baik,” tuturnya.

Kendati demikian, terangnya, proses belajar tatap muka yang dilaksanakan di sekolah tetap disesuaikan dengan protokoler kesehatan.

Untuk itu, pihaknya telah menghimbau kepada semua pimpinan Satuan Pendidikan (SP), tingkat PAUD, SD, SMP, untuk menyiapkan peralatan kesehatan di sekolah, guna mencegah penyebaran virus corona dikalangan siswa dan guru.

“Jadi kita tetap patuhi protokler kesehatan. Meskipun virus ini belum masuk sampai ke desa-desa yang ada di MBD, tapi sudah kita ingatkan terus untuk tetap jaga-jaga jarak, rajin cuci tangan, dan pakai masker. Ini kita tegaskan, supaya MBD tidak lagi kembali ke zona kuning atau zona lainnya. Itu berarti, kita harus tetap berdoa, dan tetap patuhi protokler kesehatan supaya selalu pada zona hijau,” pungkas Lewier. (LAM)

Comment