by

Alfaris: Rusdi Ambon Harus Hadir Dipersidangan

Ambon, BKA- Sidang gugatan kasus perdata dengan nomor.166/Pdt.G/2020/PN.Amb. tanggal 14 Agustus 2020, antara penggugat Anidayanti Qamariyah Pelupessy melawan Rusdi Ambon Cs, memanas.

Kuasa hukum penggugat, Roos Jeane Alfaris, mengatakan, pada agenda sidang mediasi antara penggugat dan para tergugat di persidangan nanti, Rusdi Ambon harus hadir. Tidak boleh beralasan diwakili oleh kuasa hukumnya.

Sebab, kata Alfaris, pihak-pihak yang terlibat dalam perkara inti adalah Rusdi Ambon Cs. Dan lebih baik lagi, jika Rusdi Ambon hadir dipersidangan, sehingga persoalan ini dibicarakan secara perdata sesuai dengan mekanisme undang-undang yang berlaku.

“Untuk sidang lanjutan setelah tanggal 18 Oktober nanti, Rusdi Ambon bersama pihak tergugat harus hadir. Tapi yang paling penting adalah Rusdi Ambon. Dia harus hadir, karena sebagai prinsipal itu wajib, tidak bisa tidak, ” ungkap Alfaris, di Kantor Pengadilan Negeri Ambon, Senin (28/9).

Alfaris berujar, dirinya sudah menyiapkan empat saksi untuk memberikan keterangan dalam persidangan nanti.

“Saksi kami dari penggugat ada 4 orang. Kita mau membuktikan, kalau gugatan yang kita ajukan itu benar atau tidak dipersidangan. Makanya kita minta pihak-pihak yang menjadi tergugat dalam perkara ini, supaya bisa sama-sama mendukung proses persidangan yang sudah berjalan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, diduga karena melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH), Rusdi Ambon Cs, digugat oleh Anidayanti Qamariyah Pelupessy ke Pengadilan Negeri Ambon.

Gugatan hukum Pelupessy teregistrasi dalam nomor perkara 166/Pdt.G/2020/PN.Amb. tanggal 14 Agustus 2020.

Anidayanti Qamariyah Pelupessy melalui kuasa hukumnya, Roos Jeane Alfaris, mengatakan, dalam perkara perdata ini, mereka mengajukan gugatan terhadap 19 pihak yang disebut sebagai tergugat, dengan objek sengketa pada Graha Raden Pandji, yang terletak di Jalan A.M. Sangadji , RT.005/ RW.004, Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

19 para penggugat diantaranya, Irfan Alie (63),(Tergugat 1), Ny Djasnamawi (64), (Tergugat 2), Rosma Alie (68), (Tergugat 3), Muhamad Nirma Alie (62) (tergugat 4), Muhamad Syafri Radjab (58),(Tergugat 5), Cahlilah Madjid (61), (Tergugat 6), Bob Irwan Ibrahim Abu Kasim,(83), (Tergugat 7), Janda Elma Bakri (80),(Tergugat 8), Luthfi Achmad (71) (Tergugat 9), Ridwan Masjid (68), (Tergugat 10), Zulhaida (66),(Tergugat 11), Fauzi Irawan Khary (75) (Tergugat 12), Rohany (66),(Tergugat 13), Numala Ridwan (64), (Tergugat 14), Burham Abukasim (78), (Tergugat 15), Hanafi Abu Kasim(76) (Tergugat 16), Rusdi Ambon Tergugat 17, Lidya Gosal (Tergugat 18) dan kepala Badan Pertanahan Nasional Kota Ambon selaku tergugat 19.

Kata Alfaris, kliennya mengajukan upaya hukum karena dalam penetapan ahli waris yang di keluarkan oleh Pengadilan Agama Ambon Nomor: 3/Pdt.P/PA.Ab tanggal 28 Februari 2019 atas nama tergugat 1 sampai 16, tidak pernah melibatkan penggugat dan ahli waris lainnya dalam hal dimaksud.

Parahnya lagi, pada 30 Juli 2020, tanpa sepengetahuan penggugat dan ahli waris lainnya, tergugat 1 sampai 16, menjual lahan tersebut kepada tergugat 17 Rusdi Ambon dengan nilai sebesar Rp.3,5 miliar pada tanah dan bangunan dengan luas 550 M.

“Karena tidak melibatkan klien saya dalam penetapan waris dan tanpa sepengetahuan klien saya, penggugat 1 sampai 16 melakukan penjualan ke tergugat 17, makanya kita gugat perbuatan melawan hukum di Pengadilan Negeri Ambon,” jelas Alfaris, akhir pekan kemarin.

Selain itu, intisari gugatan tersebut , pihaknya meminta agar Pengadilan Negeri Ambon membatalkan akta jual beli antara Irfan Ali dengan Rusdi Ambon yang dibuat oleh notaris Lidya Gosal.

Hal tersebut lantaran kliennya selaku salah satu ahli waris sah atas lahan tersebut dan juga beberapa ahli waris lainnya yang sama sekali tidak mengetahui proses jual beli yang dilakukan oleh Irfan Ali. Bahkan mereka juga tidak pernah menandatangani akta jual beli tersebut.

“Klien kami dan beberapa ahli waris lainnya sama sekali tidak tahu apa dengan proses jual beli, padahal mereka adalah anak kandung sah dari Erna Namira Alie almarhum yang adalah salah satu ahli waris. Oleh karena proses jual beli tersebut tidak sah menurut hukum, maka haruslah dibatalkan,” jelasnya.

Selain melayangkan gugatan terhadap Rusdi Ambon Cs ke Pengadilan Negeri Ambon. Alfaris juga akan mengajukan permohonan pembatalan penetapan ahli waris yang dikeluarkan oleh Pengadilan Agama Ambon.

Sebab dalam penetapan ahli waris tersebut, nama kliennya dan beberapa ahli waris tidak dimasukan. Bahkan diduga Irfan Ali telah melakukan penipuan ahli waris dengan menyebutkan bahw almarhumah ibunda dari penggugat tidak memiliki ahli waris.
Padahal kliennya ini ada 6 bersaudara. Yakni 4 bersaudara dari perkawinan pertama ibu mereka dan 2 anak dari perkawinan kedua.

“Semua upaya hukum yang kita lihat dalam persoalan ini akan kita gugat semua, baik itu pidana maupun perdata. Kita cuma minta pulangkan semua hak-hak klien kami, disamping itu, proses pidana juga akan dilaporkan ke Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease terkait dengan penipuan ahli waris yang dilakukan para penggugat dalam perkara ini,” tandasnya.(SAD).

Comment