by

Aliansi Taniwel Raya Demo Tolak Tambang Marmer

Ambon, BKA- Puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Taniwel Raya Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), menggelar demo di DPRD Provinsi Maluku, menolak investor tambang marmer PT. Gunung Makmur Indah (GMI), Senin (29/9).

Aksi yang digelar sekitar pukul 11.30 WIT itu diwarnai dengan tarian adat Cakalele, seraya meminta agar DPRD memperjuangkan aspirasi mereka.

Koordinator lapangan (Korlap) aksi, Remon Nauwe, dalam orasinya menolak keras rencana pembangunan tambang marmer di wilayah Taniwel.

“Kami tidak mau mengalami hal serupa seperti yang telah menimpa Desa Sabuai. Kami ingin wilayah kami tetap lestari, seperti yang dititipkan para leluhur,” ujar Remon.

Menurutnya, selain merusak lingkungan, tambang marmer tersebut juga akan merusak pranata adat dan sosial di wilayah mereka.

“Sebagai generasi milenial yang lahir di Taniwel, kami nyatakan menolak pembangunan tambang marmer disana,” ujar orasi lainnya.

Untuk itu, mereka meminta DPRD menolak pengoperasian tambang marmer di tiga negeri adat di Kecamatan Taniwel.

Setelah sekian lama menggelar orasi, akhirnya peran pendemo ditemui oleh Wakil Ketua DPRD, Melkias Sardekut, yang didampingi oleh Ketua Komisi II, Saudah Tuankotta/ Tethool.

Sardekut mengatakan, kalau apa yang menjadi tuntutan masyarakat akan tetap diperjuangkan sesuai dengan tata cara yang ada di DPRD.

Untuk itu, lewat Komisi II DPRD Provinsi Maluku akan memanggil instansi terkait, termasuk PT GMI. Itu dilakukan untuk mendengar secara jelas, terkait rencana pengoperasian tambang marmel di Kecamatan Taniwel.

“Nanti Komisi II segera menindaklanjuti seluruh yang menjadi tuntutan adik-adik sekalian. Tindaklanjuti dalam bentuk, akan mengundang dinas-dinas terkait, termasuk PT GMI untuk melakukan rapat dalam rangka kunjungan kerja kelokasi tambang, agar dapat membuktikan apa yang menjadi permintaan sesuai dengan kondisi yang ada,” pungkasnya.(RHM)

Comment