by

Ambon Kembali ke Zona Merah

Ambon, BKA- Baru menempati zona orange (sedang) saat memasuki PSBB Transisi tahap I, Kota Ambon kembali ditetapkan sebagai zona merah (tinggi) penyebaran Covid-19 di pertengahan PSBB Transisi tahap II.
Hal ini ditegaskan Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Antony Gustav Latuheru, saat melakukan konferensi pers di Balai Kota Ambon, Jumat (7/8).

Ia mengaku, di hari ke lima penerapan Peraturan Walikota (Perwali) tentang PSBB transisi tahap II, Ambon kembali memasuki zona merah. Yakni dengan dukungan komponen masyarakat, pada PSBB tahap I dengan nilai 1,5 membuat Kota Ambon bisa keluar dari zona Merah menuju zona orange dengan nilai 1,89.

Pemerintah Kota sebelumnya telah mengambil kesimpulan saat menempati zona orange, bahwa Ambon bisa kelaur dari zona orange menuju zona kuning. Akan tetapi, analisa tersebut jauh dari apa yang diharapkan.

“Nilai 1,89 ini, kita cukup bertahan agak lama yah. Yang sebetulnya hasil analisa Kita dan kerja-kerja kita. Kita simpulkan bahwa kemungkinan besar kita tetap berada di zona orange. Bahkan kemungkinan juga kita bisa keluar dari zona orange dan masuk ke zona kuning. Padahal realitanya ada sedikit berbeda,” terang Latuheru.

Latuheru menilai, usai PSBB tahap I dan II, kemudian masuk PSBB transisi tahap I hingga tahap II ini, Pemerintah Kota banyak mengisi kelonggaran kepada masyarakat. Tapi nyatanya, kelonggaran itu, membuat Ambon kembali masuk zona merah.

“Saat PSBB Transisi tahap I, dengan pembatasan-pembatasan yang hampir sama dengan PSBB. Tapi kita masuk di PSBB Transisi tahap II banyak kemudahan, banyak kelonggaran yang kita berikan. Tetapi kita tidak mampu untuk melaksanakan berbagai protokol Kesehatan,” jelasnya.

Sehingga sesuai rilis yang didapatkan dari Tim Gugus Tugas Penanganan Dan Percepatan Covid-19 Regional, kata dia, Kota Ambon kembali memasuki zona merah dengan nilai 1,7.

Sehingga pekan depan, Pemerintah Kota akan kembali membahas tentang kelanjutan aturan, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Berikut nanti ada PSBB apa lagi, jawabannya akan dengar pada hari Senin akan datang,” bebernya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy menambahkan, kesadaran sebagian masyarakat terhadap protokol kesehatan saat ini masih minim. Dikarenakan masyarakat hanya menggunakan masker disaat ada petugas. Dan akan melepaskan masker ketika kembali ke komunitas.

“Kesadaran masyarakat terhadap Protokol Kesehatan masih kurang. Kalau misalnya kita lihat, mungkin mereka menggunakan masker dan sebagainya. Tapi itu bukan karena kesadaran, tapi itu karena ketakutan. Jadi ada petugas, pakai. Tapi setelah kembali ke komunitas, berkumpul, bergerombol, semua masker dan sebagainya ditinggalkan. Ada yang pakai tidak tepat, pakai di bawah hidung. Itu bukan penggunaan protokol kesehatan yang tepat,” pungkasnya.

Tempat terpisah, Ketua DPRD Kota Ambon, Elly Toisuta menilai, dengan ditetapkan kembali ke zona merah, maka perlu ada evaluasi yang dilakukan. Yakni perlu disikapi secara serius oleh Pemerintah Kota Ambon.

“Kita bisa kembali ke zona merah, karena saya melihat fenomena ketika kita masuk PSBB Transisi. Ini kan msyarakat seperti bebas begitu dan melaksanakan kegiatan. Tapi banyak yang tidak mengindahkan protokoler covid. Padahal penyebaran virus ini lebih aktif pada kerumunan orang dalam satu kegiatan, sehingga kalau mau memutus rantai ini, maka jalannya harus tetap dirumah, cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak,” sarannya.

Jika kenyataannya seperti ini, lanjut Bendahara DPD II Golkar Kota Ambon ini, berarti kesadaran masyarakat juga perlu dievaluasi.

“Ini juga menjadi kelalaian masyarakat, tapi saya mau bilang Pemerintah Kota lewat dinas terkait beserta TNI/Polri harus lebih pro aktif lagi. Kita jangan lengah. Karena dari pantauan yang kita lakukan di pos-pos perbatasan, terlihat agak sedikit longgar,” sebutnya.

Disinggung apakah PSBB Transisi gagal diterapkan Pemerintah Kota hingga kembali masuk zona merah, Ketua Kosgoro Maluku mengaku, PSBB Transisi tidak bisa dibilang gagal. Karena banyak daerah-daerah lain juga yang mengalami hal yang sama dengan Kota Ambon. Bahkan ada beberapa daerah yang menerapkan PSBB puluhan kali dengan memaksimalkan protokol kesehatan, baru statusnya bisa turun ke zona orange hingga kuning.

“Di Jakarta saja, PSBB Transisi itu berkali-kali. Ini mendandakan pemerintah sayang ke masyarakat, makanya masih berlakukan PSBB Transisi. Sehingga dari sisi anggaran untuk penanganan Covid-19, DPRD tentu akan selalu memberikan dukungan. Dengan harapan agar wabah ini segera berakhir,” harapnya. (BKA-1/UPE)

Comment