by

Ambon Lanjut PSBB Tahap 17

Ambon, BKA- Pemerintah Kota Ambon lewat Satgas Covid-19, kembali melanjutkan Peraturan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi tahap 17 hari ini, Senin (1/3). Alasan diperpanjang lantara Ambon masih tetap berada pada zona orange (sedang) penyebaran Covid-19.

Jubir Satgas Covid-19 Kota Ambon, Joy Adriaanzs mengatakan, untuk PSBB Transisi tahap 16 telah berakhir pada Minggu (28/2) kemarin. Sehingga pihaknya tetap melanjutkan PSBB transisi ke tahap 17 mulai hari ini, karena Ambon masih dalam zona orange. “Masih zona orange. PSBB transisi tetap lanjut,” tandas Joy, saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (28/2).
Sementara untuk skoring zonasi Kota Ambon berada pada angka 2,5 sejak 21 Februari 2021 lalu. “Untuk update terbaru zonasi, kemungkinan hari Selasa atau Rabu besok baru diketahui. Sekarang kita masih pakai data 21 Februari,” sebutnya.

Menurutnya, kota bertajuk Manise ini tidak pernah berhenti melanjutkan PSBB transisi, jika belum juga keluar dari zona orange. “Dari pertama sampai sekarang, kita masih tetap berusaha mencapai target zona hijau. Satu-satunya cara untuk membuat target itu dicapai adalah, dengan melakukan PSBB transisi, agar kita bisa tegakan aturan Protokol Kesehatan,” terangnya.

Untuk aturan dalam PSBB transisi tahap 17, lanjut Joy, akan tetap memakai peraturan sebelumnya. “Aturannya masih sama, mulai dari waktu operasional tempat usaha, jumlah batas angkut kendaraan, serta penggunaan masker di luar rumah masih di pantau Satgas Covid-19. Begitu juga dengan sanksinya, tetap sama, baik administrasi maupun sanksi sosial,” tandas dia.

Joy yang juga Kadis Kominfo dan Persandian Kota Ambon ini menambahkan, pengawasan terkait protokol kesehatan akan lebih ketat. Satgas Covid-19 akan terus berupaya untuk memutus mata rantai Covid-19.
“Satgas Covid-19, akan lebih meningkatkan fungsi pengawasan terhadap aturan Protokol Kesehatan. Ini dilakukan, agar pada PSBB Transisi tahap 17 kita tidak kembali ke zona merah. Namun bisa masuk tahap selanjutnya yakni zona kuning,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Pansus Covid-19 DPRD Kota Ambon, James R. Maatita mendesak, agar Pemerintah Kota lewat Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 lebih transparan mengidentifikasi data pasien Covid-19 yang telah meninggal dunia. Karena ditakutkan, orang yang meninggal karena penyakit bawaan justru dijustifikasi meninggal karena tertular Covid-19.

Menurutnya, identifikasi data pasien yang meninggal perlu dilakukan maksimal, karena berkaitan dengan penetapan zona penyebaran Covid-19. Dimana beberapa waktu lalu, Ambon telah kembali ke zona merah (tinggi) penyebaran Covid-19 dengan skoring zonasi 1.76, lantaran angka kematian meningkat dan pasien sembuh justru menurun.

Sementara, banyak pasien Covid-19 dari kabupaten lain yang dirujuk ke kota Ambon untuk penanganan lanjutan. Sehingga ditakutkan data tersebut sengaja dimasukan sebagai data kota Ambon. Karena hal tersebut justru akan membuat kondisi zona Covid-19 tetap berada pada merah atau orange.

“Ini menjadi pertanyaan bersama. Kita harap Satgas Covid-19 harus membuat manajemen penanganan Covid, termasuk didalamnya secara serius juga mengidentifikasi orang yang meninggal, apakah benar karna covid atau tidak. Karena ini masih menjadi pertanyaan publik. Banyak tidak puas, karena ada yang meninggal kemudian di justifikasi meninggal karena covid. Padahal menurut pihak keluarga, pasien tidak meninggal karna covid. Ini harus menjadi perhatian bagi Satgas Covid-19,” tegas Maatita.

Politisi PDIP ini menilai, yang ditakutkan terhadap perubahan zona penyebaran Covid-19, jika semua orang yang meninggal karena penyakit bawaan, kemudian dijustifikasi meninggal karena Covid. (IAN/UPE)

Comment