by

Anak Jalanan Kembali Meningkat

Ambon, BKA- Sempat ditertibkan beberapa tahun lalu, kini jumlah anak gelandangan di kota Ambon kembali meningkat di tengah pandemi Covid-19. Dinas Sosial Kota Ambon didesak segera lakukan penanganan.

Pantauan koran ini, selain anak jalanan, jumlah gelandangan dan pengemis (gepeng) juga ikut meningkat. Pemerintah Kota Ambon lewat Dinas Sosial terkesan lemah karena belum memiliki rumah singgah untuk menampung para gepeng maupun melakukan pembinaan terhadap anak jalanan.

Hampir seluruh lokasi traffict light (lampu lalu lintas) di pusat kota, dipenuhi anak jalanan yang terlihat menjual koran hingga sesekali meminta-minta.

Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, Zeth Pormes mengatakan, Pemerintah kota lewat dinas terkait harus segera mengambil langkah penanganan. Yakni mengidentifikasi seluruh anak jalanan untuk ditertibkan, dibina dan dikembalikan kepada orang tua masing-masing.
“Untuk gepeng ini tanggung jawab pemerintah untuk mengisolir mereka. Kalau anak jalanan ini butuh koordinasi dinas terkait dengan orang tua. Karena anak jalanan ini makin bertambah. Ada yang jual koran, ada juga yang meminta-minta. Maka harus dilakukan pendataan agar ada pembinaan,” ungkap Pormes kepada koran ini, Selasa (18/8).

Politisi Golkar ini menilai, jika hal ini dibiarkan maka akan semakin banyak anak-anak jalanan di kota Ambon. Dan ini bisa membawa pengaruh buruk bagi anak-anak lainnya. Sehingga harus ada penanganan maksimal dari dinas terkait.

“Jadi dinas sosial harus segera berkoordinasi denga Satpol PP untuk menertibkan, membina dan mendidik. Bahkan harus memfasilitasi para gepeng dengan keahlian. Agar mereka bisa berkembang dan tidak kembali lagi ke jalan. Tapi harus pastikan mereka benar benar warga kota Ambon,” ujarnya.

Pormes mengaku, dinas terkait sementara fokus dalam penanganan Covid-19. Akan tetapi, tidak lantas harus mengabaikan jumlah anak jalanan dan gepeng yang semakin meningkat di tengah pandemi.

“Memang Covid ini prioritas, tapi untuk mengidentifikasi gepeng dan anak jalanan ini tidak sulit. Yang penting dalam penanganan, harus pastikan mereka benar-benar warga kota Ambon. Karena takutnya mereka warga luar,” tutup dia. (UPE).

Comment